Showing posts with label Laura Dern. Show all posts
Showing posts with label Laura Dern. Show all posts

Movie Review: Jurassic World Dominion (2022)

"It's always darkest just before eternal nothingness."

Fair to say bahwa tujuh tahun lalu ‘Jurassic World’ muncul dan berhasil memenuhi ekspektasi mayoritas penonton, membuktikan bahwa beban berat yang sejak awal harus ia tanggung bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi. Membuka kembali gerbang menuju dunia para dinosaur, kala itu konsep yang coba didorong tergolong sukses walau memang hadir dengan pesona yang tidak sekuat the original. Ditunjang dengan visual yang menyenangkan ‘Jurassic World’ berhasil menjadi popcorn thriller yang menghibur dan tentu saja, mesin pencetak cuan, prestasi yang juga berhasil dilakukan pula oleh sekuelnya, ‘Jurassic World: Fallen Kingdom’ meski sayangnya not necessarily well received by critics. Tapi angka box office tetap besar, dan sekuel jelas potensi yang tidak boleh dibuang. ‘Jurassic World Dominion’: a tame finale.


Movie Review: Marriage Story (2019)


“You should've considered my happiness too.”

Jika di dalam sebuah hubungan sepasang kekasih memiliki karakter yang sama-sama “keras kepala” maka sangat mudah untuk menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, yaitu timbulnya gesekan dan pertengkaran. Keduanya childish, keduanya egois, keduanya sama-sama tidak mau mengalah, jika hal-hal tersebut terus dipertahankan maka kedamaian akan sulit ditemukan di dalam hubungan tersebut. Atau mungkin bisa ditemukan, terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan hingga pada akhirnya bertemu dengan sebuah ledakan besar, yaitu perceraian. ‘Marriage Story’ : an intimate story about love and marriage. Beautiful.

Movie Review: Little Women (2019)


“I love it. It’s romantic.”

Bakat bercerita di dalam media film layar lebar yang ia punya sebenarnya sudah terlihat sejak ia menjadi co-writer untuk Noah Baumbach pada film ‘Frances Ha’ yang kemudian naik ke level berikutnya di ‘Mistress America’. Namun ‘Lady Bird’ adalah pembuktian terbesar dari seorang Greta Gerwig yang membawa namanya naik semakin tinggi dan kemudian masuk ke dalam kategori “filmmaker to watch”. Gerwig punya style yang unik, ia membuat semua tampak santai namun terasa tajam, dan itu kembali ia sajikan di film ini. Little Women: compelling and charming, it’s a film that has to be seen.

Review: The Founder (2017)


"McDonald’s can be the new American church"

Dalam the list yang dirilis oleh Forbes selain Apple, Google, Coca-Cola, dan Facebook, terdapat nama McDonald's di bagian sepuluh teratas terkait status "The World's Most Valuable Brands". Tidak heran memang, restoran cepat saji yang akrab dengan singkatan McD itu seolah telah menjadi bagian dari budaya di bidang makanan. Proses berdirinya McD coba diceritakan oleh film ini, The Founder, ditangani oleh John Lee Hancock (The Blind Side, Snow White and the Huntsman) coba menunjukkan sisi kompleks dan kontroversial yang terdapat dari kisah sukses yang “didirikan” oleh Ray Kroc itu. It’s extra crispy good biography drama.

Review: Wild (2014)


Dibalik kesuksesan mereka meraih Oscar tahun ini Matthew McConaughey dan Jared Leto pasti menaruh rasa terima kasih yang sangat besar kepada Jean-Marc Vallée, sutradara Dallas Buyers Club yang sukses memberikan mereka ruang beraksi yang cantik serta menuntun dan menjaga daya tarik karakter mereka sehingga terasa outstanding. Nah, kali ini Jean-Marc Vallée melakukan hal yang sama dengan masalah yang jauh lebih sederhana layaknya 127 Hours, Wild, sebuah studi karakter yang kembali sukses menelurkan salah satu penampilan akting paling memikat tahun ini.

Review: The Fault in Our Stars (2014)


"I'm in love with you, and I'm not in the business of denying myself the simple pleasure of saying true things."

Ada sebuah rasa takjub ketika saya menutup lembaran terakhir novel karya John Green kala itu, bagaimana ketika sebuah hal sempit dan sederhana yang dimanipulasi sedemikian rupa membawa pembacanya hanyut kedalam sebuah kisah cinta serta perjuangan penyakit kronis yang mampu bermain-main dengan manis bersama realitas antara kehidupan serta kematian. Film ini berhasil mentransfer kenikmatan tadi ke dunia nyata, The Fault in Our Stars, a sweet and sour story about some infinities are bigger than other infinities. Pain demands to be felt. Always.

Movie Review: The Fault in Our Stars (2014)


"Some infinites are bigger than other infinites."

I’m in love with you, and I’m not in the business of denying myself the simple pleasure of saying true things. I’m in love with you, and I know that love is just a shout into the void, and that oblivion is inevitable, and that we’re all doomed and that there will come a day when all our labor has been returned to dust, and I know the sun will swallow the only earth we’ll ever have, and I am in love with you. Okay? Okay. Bring your tissues!  

Movie Review: The Master (2012)


Karya terbaru dari Paul Thomas Anderson ini sebenarnya adalah salah satu film yang saya paling nantikan tahun lalu. Mengakhiri istirahatnya sepanjang setengah dekade dengan mengangkat plot cerita yang cukup provokatif, Anderson akan kembali menunjukkan kepada anda alasan kenapa film-filmnya selalu dinantikan oleh banyak pecinta film.