Showing posts with label Lee Pace. Show all posts
Showing posts with label Lee Pace. Show all posts

Review: The Program [2015]


"Attack without mercy, keep your head down and don't look back."

Dari kesuksesan mengalahkan kanker ganas hingga menjadi juara dunia balap sepeda dengan pencapaian tujuh gelar bergengsi Tour de France secara berturut-turut, sulit untuk tidak mengagumi sosok bernama Lance Armstrong, ikon besar di dunia balap sepeda yang sama seperti Michael Phelps di olahraga renang prestasi yang ia capai begitu mudah meninggalkan impresi “too good to be true” bagi penonton dan mulai mempertanyakan bakat miliknya. The Program mencoba menggambarkan sosok yang berhasil mengubah rasa kagum menjadi shock besar di tahun 2012 yang lalu ini, saint to sinner, sebuah "kecurangan" besar dalam sejarah olahraga.

Movie Review: The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)


"Will you follow me, one last time?"

Sebelum bercerita terlalu jauh sebagai informasi awal yang mungkin juga akan terkesan telat bahwa The Hobbit merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama yang memiliki ketebalan sebesar 320 halaman untuk versi English, dan 340 something untuk terjemahan Bahasa Indonesia. Jika informasi tadi merupakan sesuatu yang baru bagi anda maka anda tidak perlu merasa aneh pada keterkejutan yang bisa saja anda alami, karena dahulu saya juga mengalami hal yang sama. Benar, 320 lembar tadi coba diterjemahkan oleh Peter Jackson menjadi film yang ia pecah menjadi tiga bagian, dan dengan materi yang terbilang tipis hasilnya adalah: film pertama okay, film kedua kurang okay, dan finale terasa kering. The Hobbit: The Battle of the Five Armies, a dry and drudgery entertainment from an “ambitious” effort.

Movie Review: Guardians of the Galaxy (2014)


"We're the fricking Guardians of the Galaxy!"

Jika harus memilih studio di industri perfilman yang memiliki rasa percaya diri sangat tinggi sekarang ini, merupakan sebuah kesalahan besar jika tidak memasukkan Marvel Studios di dalamnya, sejak 2008 berhasil menjadikan Iron Man, Thor, dan Captain America begitu digilai oleh penonton tanpa harus kehilangan misi lain pada sisi finansial. Yap, dibawah komando Kevin Feige mereka kini telah menjadi  one to beat di sektor hiburan superhero yang mulai menjamur itu, dan film terbarunya ini kembali membuktikan serta memperkuat status tersebut. From the studio that brought you The Avengers, behold and please welcome, Guardians of the Galaxy, a Groot summer flick.

Review: Guardians of the Galaxy (2014)


"They call themselves the Guardians of the Galaxy. | What a bunch of a-holes."

Saat pertama kali Marvel mengumumkan akan hadirnya Guardians of the Galaxy yang terlintas di pikiran saya waktu itu adalah pertanyaan “untuk apa?” Mereka sudah punya The Avengers, empat diantara anggota tim itu bahkan sudah punya film mandiri masing-masing. Sempat pesimis pada film ini dengan penilaian ini hanya upaya Marvel untuk meraih keuntungan semata, tapi kalau kamu punya pemikiran yang sama segera buang jauh-jauh hal itu, karena dengan konsep yang jauh lebih ringan Guardians of the Galaxy berhasil menjadi film terbaik Marvel setelah The Avengers, bahkan nearly side by side.