Showing posts with label Lin-Manuel Miranda. Show all posts
Showing posts with label Lin-Manuel Miranda. Show all posts

Movie Review: Tick, Tick... Boom! (2021)

♪ How do you know, when it's time to let go? ♪

Anak labil sering diasosiasikan dengan mereka yang sedang beranjak dari remaja menuju fase awal hidup sebagai orang dewasa, usia belasan hingga akhir di mana mereka gemar bertindak sesuka hati serta hiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi setelah lepas dari fase itu anak-anak labil tadi tidak serta-merta langsung menjadi orang dewasa yang stabil, karena mereka akan masuk ke dalam fase baru dan bertemu krisis seperempat abad (quarter-life crisis), sebuah krisis yang dipicu oleh tekanan baik dari diri sendiri ataupun juga lingkungan, merasa belum memiliki tujuan hidup yang jelas, ragu terhadap kemampuan diri, bingung dalam menentukan arah hidup. Dan dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun. Apakah kamu tersenyum membaca kalimat terakhir tadi? If that's true, this story is for you then. ‘Tick, Tick... Boom!’: a love letter for creative and life processes.


Movie Review: Encanto (2021)

“We can’t hurry the future.”

Disney adalah? Mungkin tidak akan menjadi jawaban tertinggi, bisa saja mayoritas akan menjawab Disneyland, atau Mickey Mouse, atau Cinderella Castle yang akan muncul di bagian pembuka film-filmnya. Tapi salah satu dari jawaban pasti akan ada magic, seperti yang pernah saya mention pada beberapa review sebelumnya bahwa Disney already has their own magic also tried-and-tested ingredients, so tinggal bagaimana para sineas yang mereka tunjuk kemudian meramu dan mengolah materi baru agar dapat “hidup” di dalam formula milik Disney itu. Centered on a Latino family film ini kembali mendorong isu sederhana namun luar biasa, arti penting keluarga, disajikan dalam bentuk musical of course with Disney's magic. ‘Encanto’: enchanting.


Movie Review: Vivo (2021)

“Love's gonna pick you up, and never put you downs.”

Well, seperti yang sempat saya singgung di review ‘Wish Dragon’ yang lalu di mana studio animasi Sony Pictures Animation tahun ini mendorong ke hadapan penonton tiga buah film animasi yang ketiganya tampak menjanjikan sejak trailer-nya rilis. Di bulan april kemarin ada ‘The Mitchells vs. the Machines’ lalu kemudian disusul oleh dua vaksin kebahagian dari China bernama Din dan Long lantas berakhir di film ini, sebuah musikal yang kembali digawangi Lin-Manuel Miranda, sosok yang sejak film ‘Moana’ semakin mendominasi dunia perfilman sebagai composer. Ceritanya sendiri klasik, tentang kasih sayang dan harapan. ‘Vivo’ : animation with proper planning prevents poor performance.


Movie Review: In the Heights (2021)

"Best days of my life."

Tiga orang pria keluar dari studio bioskop ketika saya menyaksikan film ini, sekitar di pertengahan dari durasi total film. Ketiga pria tersebut duduk di baris depan kursi saya dan yang saya tangkap adalah mereka merasa “bingung” kenapa karakter berdialog satu sama lain dengan cara terus menerus bernyanyi? Film terbaru dari Sutradara ‘Crazy Rich Asians’ yang musiknya ditangani oleh sosok dibalik lantunan musik film ‘Hamilton’ dan ‘Moana’ ini adalah sebuah musical dan wajar jika karakter kemudian akan sering bernyanyi dan menari, sesuatu yang sangat mendominasi di film ini, sebuah presentasi romansa musical terbaik yang rilis setelah si cantik ‘La La Land’. ‘In the Heights’ : a joyous and infectious movie musical experience.


Movie Review: Mary Poppins Returns (2018)


“Mary Poppins, it is wonderful to see you!”

Mary Poppins, practically perfect in every way. Ya, itu memang, because it's Supercalifragilisticexpialidocious! Menjadi salah satu karakter paling ikonik yang pernah hadir di industri perfilman dunia, butuh waktu selama lima dekade dan empat tahun untuk Mary Poppins mendapat kesempatan berikutnya untuk menyapa para penonton, kesempatan untuk menyuntikkan energi gembira sesuai dengan prinsipnya, yaitu in every job that must be done, there is an element of fun. Hasil akhirnya? ‘Mary Poppins Returns’: a spoonful of sugar.