Showing posts with label Luke Evans. Show all posts
Showing posts with label Luke Evans. Show all posts

Review: The Girl on the Train [2016]


"I saw her, I saw her from the train."

Film yang mengambil dasar cerita dari sebuah novel terkenal memiliki tugas yang tidak mudah apalagi jika novel tersebut menyandang status best selling, apakah dia memilih setia dengan sumbernya atau menghadirkan sedikit modifikasi sebagai penyesuaian ketika cerita diterjemahkan ke dalam bentuk film, dua opsi tersebut memiliki potensi bersinar atau jatuh tenggelam yang sama besar. Menyandang status sebagai worldwide best-seller novel ‘The Girl on the Train’ mendapat predikat sebagai “the next Gone Girl” berkat cerita berisikan sex and violence dengan permainan atmosfir dan paranoia yang begitu tebal. Apakah mystery and psychological thriller ini bersinar atau tenggelam? It’s a "pulpy" melodrama.

Review: High-Rise [2016]


"The ones who are the real danger are the self-contained types like you."

Bumi kini dihuni oleh 7,4 milyar manusia, dan pada tahun 2020 diprediksi 60% dari populasi di bumi akan menjadi warga urban. Masing-masing akan memperbaiki kualitas diri mereka, masing-masing akan menaikkan ambisi mereka, dan mungkin kekhawatiran peradaban manusia akan jatuh dan “kerusakan” dengan cepat menyebar seperti wabah akan segera terjadi. Potensi dari prediksi tadi coba ditampilkan oleh High-Rise ke dalam gedung setinggi 40 lantai, strata sosial menjadi medan perang yang dikemas dengan rasa Stanley Kubrick. The Towering Inferno meets Snowpiercer. Funny and clever.

Movie Review: The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)


"Will you follow me, one last time?"

Sebelum bercerita terlalu jauh sebagai informasi awal yang mungkin juga akan terkesan telat bahwa The Hobbit merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama yang memiliki ketebalan sebesar 320 halaman untuk versi English, dan 340 something untuk terjemahan Bahasa Indonesia. Jika informasi tadi merupakan sesuatu yang baru bagi anda maka anda tidak perlu merasa aneh pada keterkejutan yang bisa saja anda alami, karena dahulu saya juga mengalami hal yang sama. Benar, 320 lembar tadi coba diterjemahkan oleh Peter Jackson menjadi film yang ia pecah menjadi tiga bagian, dan dengan materi yang terbilang tipis hasilnya adalah: film pertama okay, film kedua kurang okay, dan finale terasa kering. The Hobbit: The Battle of the Five Armies, a dry and drudgery entertainment from an “ambitious” effort.

Review: Dracula Untold (2014)


"Every bloodline has a beginning." 

Film yang merupakan gabungan dari dark fantasy, action, dan juga horor ini mungkin akan kurang mampu menghasilkan impresi positif pada calon penonton yang sudah kenyang mengkonsumsi film tipikal seperti ini, bahkan dari poster yang ia berikan, tapi dibalik itu ada ambisi dan beban besar pada film dengan budget besar ini. Dracula Untold dicanangkan menjadi pembuka dari rencana reboot Universal Monsters franchises yang katanya hendak mencoba menerapkan Avengers-style di dalamnya. Sayangnya ambisi yang menarik itu tidak berjalan lurus dengan hasil yang diberikan film ini. 

Movie Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)


"You are being used, hobbit,"

Walaupun tidak mampu tampil mencapai standard yang telah ia ciptakan lewat The Lord of the Rings, kehadiran The Hobbit: An Unexpected Journey tahun lalu sangat tidak layak diberikan label sebagai sebuah presentasi yang buruk dari seorang Peter Jackson. Lagipula masih mudah untuk memaafkan An Unexpected Journey jika menilik statusnya sebagai film pertama sebuah trilogi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi The Desolation of Smaug, yang celakanya justru tidak memberikan sebuah perkembangan yang mengagumkan.

Movie Review: Fast & Furious 6 (2013)

 

"You don't turn your back on family, even when they do"

Hal ini tentu saja bersifat subjektif, dimana setiap orang akan memiliki penilaian yang berbeda tergantung pada sudut pandang yang mereka gunakan hingga selera yang mereka punya. Bagi saya, Fast and the Furious adalah salah satu film series yang sejauh ini terus menampilkan sebuah perkembangan kearah positif di tiap film terbarunya. Fast & Furious 6 bahkan seolah menjadi sebuah pion yang digunakan oleh series ini untuk menunjukkan bahwa upaya mereka belum berhenti untuk mencoba menuju titik puncak.