Showing posts with label Lupita Nyong'o. Show all posts
Showing posts with label Lupita Nyong'o. Show all posts

Movie Review: Us (2019)


“If you wanna get crazy, we can get crazy!”

Banyak pandangan atau opini menarik tentang doppelgänger, sosok yang tidak terikat secara biologis dengan seseorang namun memiliki kemiripan yang sangat identik. Ada yang menyebut itu fenomena berbau mistis, ada yang percaya bahwa itu merupakan kamu di masa depan yang datang menghampirimu, namun ada pula yang yakin bahwa akan datang sebuah malapetaka ketika seseorang bertemu dengan doppelgänger-nya tersebut. Us: a juicy and naughty horor.

Review: The Jungle Book (2016)


"The jungle is no longer safe for you."

The Jungle Book merupakan kumpulan cerita yang timeless, cerita yang ketika kamu baca kembali masih akan terasa menarik dan semakin tinggi jenjang usia ketika kamu membacanya maka akan semakin luas pula kerangka acuan serta perspektif yang akan kamu temukan dan rasakan, dari tradisi, ketekunan, kesetiaan, keberanian, kehormatan, hingga integritas. From the director who brought you Iron Man eight years ago film ini berhasil melakukan reimagining The Jungle Book kedalam presentasi yang tidak hanya hanya sekedar proporsional dalam konteks cerita namun juga menjadi sebuah petualangan gelap dan terang yang thrilling serta eye candy.

Movie Review: Star Wars: The Force Awakens (2015)


"Chewie, we're home."

Membangunkan kembali salah satu franchise paling terkenal di bumi setelah tertidur selama sepuluh tahun bukan pekerjaan yang sulit, namun jika disertai dengan kewajiban untuk memperbaiki citra atau image yang sempat dibawa turun satu level oleh tiga buah prekuel adalah bukan sebuah tugas yang mudah. Seperti judul yang ia gunakan, The Force Awakens merupakan upaya kebangkitan yang dilakukan oleh Star Wars, memberikan perputaran dan nafas yang baru dan segar dengan mencampur old and new, sebuah nostalgia penuh sukacita bagi fans yang tetap mampu membuat penonton baru untuk jatuh cinta. Star Wars: The Force Awakens, a new hope in a new start.

Movie Review: Non-Stop (2014)


Selalu ada nilai positif dan negatif dari sebuah film action thriller yang mengambil setting pesawat terbang. Riskan mungkin lebih tepatnya, karena dengan ruang gerak yang terbatas cerita harus mampu memanfaatkan dengan cermat setiap kesempatan yang ia miliki untuk mempermainkan penontonnya dengan misteri dari sebuah pertanyaan yang tentu saja selalu menjadi sajian utama. United 93 dan Red Eye pernah tampil memikat di kategori ini, namun ada pula yang akhirnya jatuh pada proses menunggu tanpa sensasi seperti Snakes on a Plane dan juga Flightplan. Ruang sempit, antara impresif atau justru super konyol. Non-Stop, you got mystery-thriller sensation, you got fooled.  

Movie Review: 12 Years a Slave (2013)


"I don't want to survive. I want to live."

Rasisme sebenarnya bukan sebuah masalah, melainkan suatu budaya yang sudah lahir sejak ratusan tahun yang lalu, sebuah penyakit yang tidak bisa hilang dalam sekejap. Butuh proses, butuh alarm yang berfungsi untuk terus mengingatkan kita pada betapa kejinya tindakan tidak manusiawi tersebut. 12 Years a Slave sukses besar dalam menjadi alarm paling baru, seperti menyaksikan Django Unchained dalam warna yang lebih gelap, dengan cara sederhana menghadirkan pengamatan yang intens dan mengerikan dari isu kemanusiaan. Oscar?