Showing posts with label Maggie Smith. Show all posts
Showing posts with label Maggie Smith. Show all posts

Movie Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011)


"Always."

Peter Jackson memiliki tempat special dengan The Lord of the Rings film series, and of course you can’t beat James Bond and Star Wars, namun Harry Potter film series berhasil menjadi bagian dari "big giants" itu dengan cara yang tidak kalah special: mereka merupakan kumpulan film di mana penonton ikut bertumbuh bersama karakter dan juga konflik, tidak peduli di usia berapa penonton memulainya. Film ini berhasil menjadi penutup yang manis dari petualangan panjang selama satu dekade itu. It all ends here, berikut adalah film kedelapan dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2: an exciting and emotional closure.

Movie Review: Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009)


"Avada Kedavra!"

Novel Harry Potter and the Half-Blood Prince dapat dikatakan merupakan salah satu novel terbaik dari tujuh Harry Potter novels, setup yang telah coba dibentuk pada lima film sebelumnya kini naik ke tahap selanjutnya di mana sisi protagonist dan antagonis mulai melancarkan “ledakan” satu sama lain, dari "the special one" Harry kini sadar bahwa ia juga merupakan "the chosen one". Menjadi jembatan bagi dua film terakhir berikut adalah film keenam dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Half-Blood Prince: half for romance, half for the prince.

Movie Review: Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)


"Lumos Maxima!"

Di dua film pertamanya salah satu minus yang dihasilkan oleh petualangan Harry Potter adalah meskipun dengan baik dan understated berhasil menerjemahkan isi novel karya J. K. Rowling ke dalam bentuk presentasi visual namun di sisi lain mereka kurang berhasil menghasilkan “punch” yang sangat kuat dan sangat berkesan. Perubahan visi dilakukan di entri selanjutnya dan menghasilkan output yang sama seperti tags yang film ini bawa: everything will change. Berikut adalah film ketiga dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, a pure and lovely magic.

Movie Review: Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002)


"You shall not harm Harry Potter!"

Setelah pembuka yang faithful dan berhasil membangun dasar yang baik bagi karakter dan juga konflik, Harry Potter and the Philosopher's Stone, kini Harry kembali harus berhadapan dengan masalah yang berasal dari sebuah terror terkait kamar rahasia di Hogwarts. Mencoba melanjutkan excitement yang telah terbentuk itu sutradara dan writer menunjukkan bahwa mereka semakin confident ketika bermain dengan materi, menghasilkan berbagai pertumbuhan yang menarik meskipun tidak bersifat menyeluruh dan menjangkau semua bagian. Berikut adalah film kedua dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Chamber of Secrets, a safely landing flight.

Movie Review: Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001)


"Bless my soul. It's Harry Potter!"

Satu setengah dekade yang lalu tepatnya tanggal 16 November 2001 titik awal dari salah satu film series terbesar yang pernah diciptakan oleh industri perfilman, Harry Potter, lahir. Untuk mencoba merayakan hal tersebut sembari menjadi semacam intro bagi ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’ rorypnm mencoba untuk mereview delapan buah film yang menjadi bagian dari Harry Potter film series. Berikut adalah film pertama, Harry Potter and the Philosopher's Stone (Harry Potter and the Sorcerer's Stone), sebuah pembuka yang faithful and fluffy.

Review: The Lady in The Van (2015)


"The Virgin Mary. I spoke to her yesterday. She was outside the post office."

Dengan menyandang status makhluk sosial setiap manusia memerlukan sosok lain di sekitar mereka untuk belajar dan terus bertumbuh sebagai individu, tidak peduli berada di usia berapa mereka. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh The Lady in the Van, mencoba melakukan eksplorasi terhadap hubungan antar dua individu dengan menggunakan dua senjata utama yang berhasil tampil menarik, pertama adalah komedi, dan kedua adalah Dame Maggie Smith.

Review: The Second Best Exotic Marigold Hotel (2015)


The Best Exotic Marigold Hotel dapat dikatakan merupakan sebuah kejutan ketika ia muncul tahun 2012 yang lalu, di prediksi hanya akan menjadi ajang kumpul bagi aktor dan aktris kawakan British namun pada akhirnya berhasil menciptakan hit dengan pencapaian box-office 13 kali lipat dari budget awal dan berujung meraih nominasi Golden Globes kategori Best Picture dan Best Actress. Tapi salah satu hal yang kala itu saya rasakan ketika film tersebut berakhir adalah ia tidak akan memperoleh sekuel karena komposisi dan hasil akhir yang ia hasilkan telah sangat tepat. Well, please welcome The Second Best Exotic Marigold Hotel.

Movie Review: Quartet (2012)


Mungkin terkesan klise dan bahkan akan ada beberapa yang menganggap hal ini begitu cheesy, namun sesungguhnya tidak ada yang mampu menghalangi kekuatan yang dimiliki oleh cinta selama nafas anda masih berhembus, bahkan usia sekalipun. Yak, mungkin itu yang ingin disampaikan oleh Quartet, film yang juga menjadi debut Dustin Hoffman sebagai sutradara, mengangkat tema musisi di usia senja.

Movie Review: The Best Exotic Marigold Hotel (2012)


Tujuh pribadi yang sudah lanjut usia, dengan perbedaan kepribadian dan latar belakang, dipertemukan melalui satu iklan yang mereka dapat dari internet dan brosur.  Jenuh dengan keseharian yang mereka jalani, mereka memutuskan untuk terbang ke India. Mereka menuju salah satu tujuan wisata mewah dikawasan Jaipur, hotel dengan suasana yang tenang dan nyaman.