Showing posts with label Michael Gambon. Show all posts
Showing posts with label Michael Gambon. Show all posts

Movie Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011)


"Always."

Peter Jackson memiliki tempat special dengan The Lord of the Rings film series, and of course you can’t beat James Bond and Star Wars, namun Harry Potter film series berhasil menjadi bagian dari "big giants" itu dengan cara yang tidak kalah special: mereka merupakan kumpulan film di mana penonton ikut bertumbuh bersama karakter dan juga konflik, tidak peduli di usia berapa penonton memulainya. Film ini berhasil menjadi penutup yang manis dari petualangan panjang selama satu dekade itu. It all ends here, berikut adalah film kedelapan dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2: an exciting and emotional closure.

Movie Review: Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009)


"Avada Kedavra!"

Novel Harry Potter and the Half-Blood Prince dapat dikatakan merupakan salah satu novel terbaik dari tujuh Harry Potter novels, setup yang telah coba dibentuk pada lima film sebelumnya kini naik ke tahap selanjutnya di mana sisi protagonist dan antagonis mulai melancarkan “ledakan” satu sama lain, dari "the special one" Harry kini sadar bahwa ia juga merupakan "the chosen one". Menjadi jembatan bagi dua film terakhir berikut adalah film keenam dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Half-Blood Prince: half for romance, half for the prince.

Movie Review: Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)


"You're a fool, Harry Potter."

Dua film pertama sangat faithful terhadap sumber cerita, kemudian dua film selanjutnya berhasil untuk tidak berakhir dengan status yang sama seperti dua film pertama, dan film kelima ini take the liberties naik satu level lebih tinggi terhadap petualangan Harry Potter pada media film, hal yang kemudian membuat respon terhadap output yang ia hasilkan menjadi split terutama pada lovers of the book yang kecewa karena berbagai “aspek” di dalam novel tidak hadir di dalam film. Berikut adalah film kelima dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Order of the Phoenix, a darker and better metaphors about a growing up hero.

Movie Review: Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)


"Lord Voldemort has returned!"

Lewat ‘Harry Potter and the Prisoner of Azkaban’ sutradara Alfonso Cuaron berhasil melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam “perkenalan” tone yang lebih darker ke dalam petualangan Harry Potter dan teman-temannya di dunia sihir, sebuah start yang kini coba diekspansi pada film keempat, menaruh fokus pada isu terkait adolescence dan tentu saja menjadi arena bagi perkenalan dari the one and only, Lord Voldemort. Berikut adalah film keempat dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Goblet of Fire, a good welcome to dark and difficulty.

Movie Review: Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)


"Lumos Maxima!"

Di dua film pertamanya salah satu minus yang dihasilkan oleh petualangan Harry Potter adalah meskipun dengan baik dan understated berhasil menerjemahkan isi novel karya J. K. Rowling ke dalam bentuk presentasi visual namun di sisi lain mereka kurang berhasil menghasilkan “punch” yang sangat kuat dan sangat berkesan. Perubahan visi dilakukan di entri selanjutnya dan menghasilkan output yang sama seperti tags yang film ini bawa: everything will change. Berikut adalah film ketiga dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, a pure and lovely magic.

Movie Review: Quartet (2012)


Mungkin terkesan klise dan bahkan akan ada beberapa yang menganggap hal ini begitu cheesy, namun sesungguhnya tidak ada yang mampu menghalangi kekuatan yang dimiliki oleh cinta selama nafas anda masih berhembus, bahkan usia sekalipun. Yak, mungkin itu yang ingin disampaikan oleh Quartet, film yang juga menjadi debut Dustin Hoffman sebagai sutradara, mengangkat tema musisi di usia senja.