Showing posts with label Michael Rooker. Show all posts
Showing posts with label Michael Rooker. Show all posts

Movie Review: Vivo (2021)

“Love's gonna pick you up, and never put you downs.”

Well, seperti yang sempat saya singgung di review ‘Wish Dragon’ yang lalu di mana studio animasi Sony Pictures Animation tahun ini mendorong ke hadapan penonton tiga buah film animasi yang ketiganya tampak menjanjikan sejak trailer-nya rilis. Di bulan april kemarin ada ‘The Mitchells vs. the Machines’ lalu kemudian disusul oleh dua vaksin kebahagian dari China bernama Din dan Long lantas berakhir di film ini, sebuah musikal yang kembali digawangi Lin-Manuel Miranda, sosok yang sejak film ‘Moana’ semakin mendominasi dunia perfilman sebagai composer. Ceritanya sendiri klasik, tentang kasih sayang dan harapan. ‘Vivo’ : animation with proper planning prevents poor performance.


Movie Review: Love and Monsters (2020)

“There is no mission more admirable than love.”

Cinta dan juga monster, sebenarnya judul yang ia gunakan sudah lebih dari cukup untuk mewakili apa yang hendak diceritakan oleh film ini, menggunakan isu klasik tentang kekuatan yang dimiliki oleh cinta yang kemudian ia lempar ke dalam medan yang dipenuhi dengan monster. Namun dengan bermain layaknya film ‘Zombieland’ ternyata “bobot” yang dimiliki film ini jauh lebih padat ketimbang sekedar sebuah kisah tentang cinta biasa, menggabungkan pesona standar dari berbagai genre untuk membentuk monster flick yang charming dengan menggunakan setting apocalypse. ‘Love and Monsters’: it's hunting season and the lambs are on the run.


Movie Review: Guardians of the Galaxy (2014)


"We're the fricking Guardians of the Galaxy!"

Jika harus memilih studio di industri perfilman yang memiliki rasa percaya diri sangat tinggi sekarang ini, merupakan sebuah kesalahan besar jika tidak memasukkan Marvel Studios di dalamnya, sejak 2008 berhasil menjadikan Iron Man, Thor, dan Captain America begitu digilai oleh penonton tanpa harus kehilangan misi lain pada sisi finansial. Yap, dibawah komando Kevin Feige mereka kini telah menjadi  one to beat di sektor hiburan superhero yang mulai menjamur itu, dan film terbarunya ini kembali membuktikan serta memperkuat status tersebut. From the studio that brought you The Avengers, behold and please welcome, Guardians of the Galaxy, a Groot summer flick.

Review: Guardians of the Galaxy (2014)


"They call themselves the Guardians of the Galaxy. | What a bunch of a-holes."

Saat pertama kali Marvel mengumumkan akan hadirnya Guardians of the Galaxy yang terlintas di pikiran saya waktu itu adalah pertanyaan “untuk apa?” Mereka sudah punya The Avengers, empat diantara anggota tim itu bahkan sudah punya film mandiri masing-masing. Sempat pesimis pada film ini dengan penilaian ini hanya upaya Marvel untuk meraih keuntungan semata, tapi kalau kamu punya pemikiran yang sama segera buang jauh-jauh hal itu, karena dengan konsep yang jauh lebih ringan Guardians of the Galaxy berhasil menjadi film terbaik Marvel setelah The Avengers, bahkan nearly side by side.