Showing posts with label Orlando Bloom. Show all posts
Showing posts with label Orlando Bloom. Show all posts

Movie Review: The Outpost (2020)



“Enemy in the wire, enemy in the wire. Everyone into Alamo position.”

Film dengan premis menarik sangat mudah untuk ditemukan, namun tidak dengan film yang mampu mengolah premis yang biasa menjadi sebuah presentasi dengan kandungan rasa percaya diri tinggi. Dari kulit luarnya film ini akan membuat kamu teringat dengan berbagai judul film dengan tema peperangan, sesuatu yang tidak salah karena faktanya formula yang digunakan film ini juga memang tidak jauh berbeda dari film peperangan pada umumnya. Apa yang membuat film ini terasa segar adalah bagaimana premis dan presentasi klasik itu kemudian dikemas menjadi sebuah sajian engaging penuh rasa percaya diri. ‘The Outpost’ : a gripping, intimate, and dynamic military story.

Movie Review: The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)


"Will you follow me, one last time?"

Sebelum bercerita terlalu jauh sebagai informasi awal yang mungkin juga akan terkesan telat bahwa The Hobbit merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama yang memiliki ketebalan sebesar 320 halaman untuk versi English, dan 340 something untuk terjemahan Bahasa Indonesia. Jika informasi tadi merupakan sesuatu yang baru bagi anda maka anda tidak perlu merasa aneh pada keterkejutan yang bisa saja anda alami, karena dahulu saya juga mengalami hal yang sama. Benar, 320 lembar tadi coba diterjemahkan oleh Peter Jackson menjadi film yang ia pecah menjadi tiga bagian, dan dengan materi yang terbilang tipis hasilnya adalah: film pertama okay, film kedua kurang okay, dan finale terasa kering. The Hobbit: The Battle of the Five Armies, a dry and drudgery entertainment from an “ambitious” effort.

Movie Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)


"You are being used, hobbit,"

Walaupun tidak mampu tampil mencapai standard yang telah ia ciptakan lewat The Lord of the Rings, kehadiran The Hobbit: An Unexpected Journey tahun lalu sangat tidak layak diberikan label sebagai sebuah presentasi yang buruk dari seorang Peter Jackson. Lagipula masih mudah untuk memaafkan An Unexpected Journey jika menilik statusnya sebagai film pertama sebuah trilogi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi The Desolation of Smaug, yang celakanya justru tidak memberikan sebuah perkembangan yang mengagumkan.