Tiga orang pria sedang selingkuh
dari masing-masing istri mereka? Satu di antara mereka dengan lantang
menyatakan bahwa dirinya selingkuh dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah,
anak dari selingkuhannya. Si istri menolak untuk bercerai. Pria lainnya meminta
bercerai karena merasa telah bosan dengan pernikahannya, si istri menerima
permintaan tersebut namun tidak dengan anak-anak mereka. Sedang pria yang
terakhir merupakan seorang suami yang romantis pada sang istri, tapi ia masih
kesulitan untuk tidak memanggil “sister” pada seorang wanita yang saat ini
sudah menyandang status sebagai Ibu tirinya.
Showing posts with label Park Joo-Mi. Show all posts
Showing posts with label Park Joo-Mi. Show all posts
TV Series Review: Love (ft. Marriage and Divorce) - Part 2
TV Series Review: Love (ft. Marriage and Divorce) - Part 1
Tiga orang pria sedang selingkuh
dari masing-masing istri mereka? Satu di antara mereka dengan lantang
menyatakan bahwa dirinya selingkuh dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah,
anak dari selingkuhannya. Si istri menolak untuk bercerai. Pria lainnya meminta
bercerai karena merasa telah bosan dengan pernikahannya, si istri menerima
permintaan tersebut namun tidak dengan anak-anak mereka. Sedang pria yang
terakhir merupakan seorang suami yang romantis pada sang istri, tapi ia masih
kesulitan untuk tidak memanggil “sister” pada seorang wanita yang saat ini
sudah menyandang status sebagai Ibu tirinya.
Movie Review: The Last Princess [2016]
Salah satu tipe film Korea yang sedikit lebih sulit untuk
dapat membuat saya enjoy ketika menontonnya adalah film yang mencoba bercerita
tentang sebuah sejarah masa lalu yang telah terjadi sebelumnya, period drama yang settingnya di
kerajaan dengan menggunakan dialog baku di jaman itu. Alasannya sederhana,
mereka sering terasa seperti sebuah "kelas" perkuliahan dengan durasi
waktu sekitar dua jam. Personal memang dan itu mengapa The Last Princess (Deokhye-ongju) terasa impresif, sebuah kisah
tentang the last princess of the Joseon Dynasty yang dipaksa untuk
mempertahankan agar jiwa dan emosinya tetap berada di kondisi normal atau
“waras”. It’s a "cliché" but heartbreaking
drama.


