Mari sambut satu lagi
film young adult bertemakan bencana
dunia yang mencoba peruntungannya untuk menembus pasar yang dapat dikatakan
kini kembali sengit setelah di tinggal pergi oleh jagoannya, The Hunger Games. Haha, apakah kamu
belum lelah? Jika belum silahkan coba film yang mengusung gelombang serangan
dari alien sebagai materi utamanya ini, but warning, The 5th Wave is a “mean” adventure with member of Mean Girls,
sebuah film bencana yang terlalu lembut.
Showing posts with label Ron Livingston. Show all posts
Showing posts with label Ron Livingston. Show all posts
Review: James White (2015)
Terkadang sebuah
bencana baru dapat mengubah seorang yang jahat menjadi baik. Itu yang coba
digambarkan oleh film ini, James White,
film sulit yang terasa manis. Ini merupakan sebuah drama yang sederhana, namun
dengan mengusung konsep di mana seorang pemuda menolak untuk tumbuh dan
menganggap dunia memiliki hutang padanya, dibantu dengan dua kinerja akting
yang memukau, James White berhasil
meninggalkan penonton dengan pukulan yang begitu kuat, dan itu dicapai dengan
menggunakan pecundang sebagai tokoh utamanya. Honest and brutal.
Review: The End Of The Tour (2015)
Mayoritas dari kamu
mungkin tahu dengan akronim YOLO (you only
live once) yang punya makna kamu harus menikmati semaksimal mungkin
kehidupan yang kamu jalani sekarang, tapi cara memahami konsep tadi sebenarnya
cukup beragam. Mereka yang hidup dengan pola easygoing akan mudah menerapkan hal tadi dengan hidup jauh dari
stress misalnya, tapi disisi lain ada juga mereka yang justru menjadi terbeban
dan seringkali pikiran milik mereka tidak hidup di present time, overthinking
dan akhirnya lelah dengan kehidupan. Itu isi dari The End of Tour, petualangan unik tentang manusia yang sederhana
tapi powerful, dan seksi.
Movie Review: Drinking Buddies (2013)
Love and doubt have never been on speaking terms
(Kahlil Gibran).
Yap, cinta adalah kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan
pernah tercipta. Itu mengapa banyak orang mengatakan koleksi, kemudian seleksi,
dan berakhir di resepsi. Anda harus memilih, memilih yang terbaik dari yang
terbaik bagi anda, sosok yang anda yakini sepenuh hati akan menemani anda
hingga anda mati. Drinking Buddies,
simple, segmented, surprisingly nice, a comedy about knowing when to say when.
Movie Review: The Conjuring (2013)
“The devil
exists. God exists. And for us, as people, our very destiny hinges upon which
one we elect to follow.”
Ada satu
fenomena menarik ketika menyaksikan The
Conjuring, dimana studio/theater hampir terisi penuh, namun uniknya bangku
di posisi kolom terluar mayoritas kosong. Hal tersebut lazim terjadi pada film
horror, genre dengan tingkat kesuksesan yang ditentukan dari kemampuannya untuk
menjadikan penonton merasa gelisah, bergidik kejut, dan merasa waspada terhadap
lingkungan sekitar mereka, termasuk dengan bangku kosong disebelahnya. The Conjuring, not as great as what they
said through the hype, but succeed becomes an effective package.




+poster.jpg)
+poster.jpg)