Showing posts with label Ron Livingston. Show all posts
Showing posts with label Ron Livingston. Show all posts

Review: The 5th Wave [2016]


Mari sambut satu lagi film young adult bertemakan bencana dunia yang mencoba peruntungannya untuk menembus pasar yang dapat dikatakan kini kembali sengit setelah di tinggal pergi oleh jagoannya, The Hunger Games. Haha, apakah kamu belum lelah? Jika belum silahkan coba film yang mengusung gelombang serangan dari alien sebagai materi utamanya ini, but warning, The 5th Wave is a “mean” adventure with member of Mean Girls, sebuah film bencana yang terlalu lembut.

Review: James White (2015)


Terkadang sebuah bencana baru dapat mengubah seorang yang jahat menjadi baik. Itu yang coba digambarkan oleh film ini, James White, film sulit yang terasa manis. Ini merupakan sebuah drama yang sederhana, namun dengan mengusung konsep di mana seorang pemuda menolak untuk tumbuh dan menganggap dunia memiliki hutang padanya, dibantu dengan dua kinerja akting yang memukau, James White berhasil meninggalkan penonton dengan pukulan yang begitu kuat, dan itu dicapai dengan menggunakan pecundang sebagai tokoh utamanya. Honest and brutal. 

Review: The End Of The Tour (2015)


Mayoritas dari kamu mungkin tahu dengan akronim YOLO (you only live once) yang punya makna kamu harus menikmati semaksimal mungkin kehidupan yang kamu jalani sekarang, tapi cara memahami konsep tadi sebenarnya cukup beragam. Mereka yang hidup dengan pola easygoing akan mudah menerapkan hal tadi dengan hidup jauh dari stress misalnya, tapi disisi lain ada juga mereka yang justru menjadi terbeban dan seringkali pikiran milik mereka tidak hidup di present time, overthinking dan akhirnya lelah dengan kehidupan. Itu isi dari The End of Tour, petualangan unik tentang manusia yang sederhana tapi powerful, dan seksi.

Movie Review: Drinking Buddies (2013)


Love and doubt have never been on speaking terms (Kahlil Gibran). Yap, cinta adalah kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta. Itu mengapa banyak orang mengatakan koleksi, kemudian seleksi, dan berakhir di resepsi. Anda harus memilih, memilih yang terbaik dari yang terbaik bagi anda, sosok yang anda yakini sepenuh hati akan menemani anda hingga anda mati. Drinking Buddies, simple, segmented, surprisingly nice, a comedy about knowing when to say when.

Movie Review: The Conjuring (2013)


“The devil exists. God exists. And for us, as people, our very destiny hinges upon which one we elect to follow.”

Ada satu fenomena menarik ketika menyaksikan The Conjuring, dimana studio/theater hampir terisi penuh, namun uniknya bangku di posisi kolom terluar mayoritas kosong. Hal tersebut lazim terjadi pada film horror, genre dengan tingkat kesuksesan yang ditentukan dari kemampuannya untuk menjadikan penonton merasa gelisah, bergidik kejut, dan merasa waspada terhadap lingkungan sekitar mereka, termasuk dengan bangku kosong disebelahnya. The Conjuring, not as great as what they said through the hype, but succeed becomes an effective package.