Showing posts with label Scoot McNairy. Show all posts
Showing posts with label Scoot McNairy. Show all posts

Movie Review: C'mon C'mon (2021)

“My feelings are inside me. You don't know what they are.”

Pertanyaan pertama yang terlontar dari karakter di film ini adalah “when you think about the future, how do you imagine it'll be?” Terkesan sederhana dan mudah untuk dijawab memang namun ada kerumitan yang menarik di dalamnya, bahkan mereka yang telah sukses dan meraih mimpinya juga akan merasakan hal yang sama dengan mereka yang baru mulai, sedang berjuang, atau yang baru sekedar bermimpi tentang masa depan. Sikap optimis memang wajib mendominasi tapi bohong jika menyebut tidak ada rasa takut dan cemas di dalamnya, hal yang baik because fear helps protect us, makes us alert to danger and prepares us to deal with it. So, you're hopeful for the future? Like, when you think about the future, you think it'll be better or worse? C'mon C'mon’: damn this movie.


Review: Black Sea (2015)


"The only thing more dangerous than the mission is the crew."

Ketika ia berakhir kamu akan merasakan tidak ada sesuatu yang benar-benar baru dari apa yang baru saja kamu dapatkan dari Black Sea, sebuah thriller yang memanfaatkan penggunaan ruang untuk terus menarik atensi penontonnya. Tapi yang menarik adalah dengan formula standard dan klasik bahkan bersama cerita yang predictable sekalipun ketika kamu melangkah keluar dari studio kamu akan merasakan sensasi berbeda dari udara yang kamu hirup. Ya, Black Sea berhasil melakukan tugas utamanya dengan baik, menjadi sebuah thriller yang berhasil mencengkeram penontonnya hingga ketika ia berakhir.

Review: The Rover (2014)


Fear the man with nothing left to lose.

Pasti terasa menyenangkan ya kalau film yang punya premis sederhana berhasil membuat penontonnya merasa tertarik dengan apa yang akan terjadi, kemudian menggunakan materi sederhana yang ia punya itu untuk mempermainkan penontonnya dan membuat mereka terus bertanya-tanya. Tapi bukankah segala sesuatu yang terasa berlebihan itu terkadang akan mudah untuk berakhir dengan tidak menyenangkan? Itu yang dialami oleh The Rover.

Movie Review: Frank (2014)


"Chinchilla! Chinchilla!"

Apa sih musik itu? Nada yang bisa membuat kamu bergoyang tanpa peduli jika suara vokal yang terselip disampingnya terasa mengganggu karena tidak sejalan dengan irama? Atau justru kumpulan nada yang membingungkan namun mampu menyentuh emosi pendengarnya? Apa sih musisi itu? Manusia dengan tampang menarik yang mudah meraih atensi sekalipun ia punya suara standard yang dimiliki banyak orang? Atau justru sosok dengan penampilan kurang menarik namun mampu membawa pendengar hanyut dalam lantunan suaranya yang merdu? Hal tadi merupakan perdebatan yang menarik, antara bisnis dan kenikmatan bermusik, Frank, clever satire whose lose their consistency.

Movie Review: Promised Land (2012)


Jangan memberikan hadiah ulang tahun yang memiliki nilai terlalu tinggi pada lawan jenis anda jika maksud dan tujuan utama anda hanyalah sebatas sebagai ucapan selamat, karena jika dia salah dalam melakukan persepsi dari apa yang anda berikan hasilnya bisa saja justru akan menjadi boomerang bagi anda. Apa hubungannya dengan Promised Land? Yak, itu yang dialami oleh film ini, sebuah film drama dengan coba menghadirkan sebuah konflik dan pesan yang cukup serius.

Movie Review: Killing Them Softly (2012)


Markie Trattman (Ray Liotta), seorang pemilik tempat permainan poker, ternyata memiliki cara unik untuk meraup keuntungan yang lebih tinggi. Ia merekrut dua pria untuk merampok tempat permainan poker miliknya! Bukan sesuatu yang baru, tapi tentu saja tindakan yang diambil oleh Markie terbilang cukup berani. Tapi ternyata kasus unik tersebut justru menjadi lahan bisnis baru bagi banyak orang, salah satunya adalah Jackie (Brad Pitt), seorang hitman yang juga punya cara unik dalam menghabisi lawannya, killing them softly.