Showing posts with label Sean Anders. Show all posts
Showing posts with label Sean Anders. Show all posts

Movie Review: Spirited (2022)

“Good Afternoon!”

Sejak terbit 179 tahun yang lalu novel ‘A Christmas Carol’ karya Charles Dickens kabarnya tidak pernah out of print, telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa kisah tentang seorang pria tua kikir dan pelit yang kemudian berpetualang ke masa lalu dan juga masa depan itu juga telah diadaptasi dan didramatisasi berulang kali dalam bentuk film, stage, opera, dan media lainnya. Versi baru muncul secara teratur dari cerita yang melibatkan campur tangan dari The Ghost of Christmas itu, sehingga tidak heran jika hingga kini pun cerita ‘A Christmas Carol’ masih lekat asosiasinya dengan the Christmas season. Versi terbaru ini mencoba mendaur ulang kembali kisah klasik tersebut menjadi sebuah modern retelling bernafaskan musical comedy, with Will Ferrell and Ryan Reynolds. ‘Spirited’: a nifty Christmas karaoke bar.


Review: Daddy’s Home [2015]


Sebenarnya sebuah film komedi itu punya tugas yang paling mudah jika dibandingkan dengan genre lainnya, mereka hanya harus dan wajib membuat penontonnya tertawa, tidak hanya di satu atau dua momen namun di banyak bagian bahkan jika mampu di 70% durasi yang ia miliki. Daddy’s Home yang tampak menarik karena merupakan reuni dari dua pria unik di The Other Guys sebenarnya bisa melakukan syarat tadi, tapi sayangnya sejak awal ia seolah telah menolak dan lebih memilih bermain dengan santai. Hasilnya?

Review: Horrible Bosses 2 (2014)


"New crime. Same tools."

Sekuel selalu menjadi sebuah pedang bermata dua, ia bisa meneruskan kesuksesan yang telah diraih pendahulunya, bahkan tidak sedikit yang mampu memberi penonton suguhan yang lebih baik, tapi di sisi lain ia juga dapat menjadi sebuah noda yang melukai pencapaian pendahulunya. Horrible Bosses 2 adalah sebuah noda bagi film pertamanya yang tiga tahun lalu bukan hanya sukses menjadi box-office hit tapi juga menjadi sebuah komedi "menjijikkan" yang menyenangkan.

Movie Review: We're the Millers (2013)

 

"You never really know until you know."

Tentu saja ada alasan mengapa manusia dijuluki sebagai makhluk sosial, karena mereka perlu orang lain disekitarnya untuk menjadikan hidup mereka bertumbuh, salah satunya mungkin membuka jalan untuk menemukan apa yang selama ini tidak mereka dapatkan. We're the Millers coba membawa hal tersebut dalam petualangan bodoh, bagaimana hal palsu yang justru menuntun empat orang menuju kebahagiaan. Yap, sekali lagi, ini bodoh, klasik, standard, predictable, namun secara mengejutkan tampil menghibur dan menyenangkan.