Showing posts with label Seth Rogen. Show all posts
Showing posts with label Seth Rogen. Show all posts

Review: Sausage Party (2016)


"Look at these big ol’ buns, waiting to get filled with my meat."

Dari Superbad, kemudian Pineapple Express, This Is the End, Neighbors, hingga yang paling menghebohkan ‘The Interview’, mereka punya dalang yang sama di sektor cerita yaitu Seth Rogen dan Evan Goldberg, sosok yang kini kembali mencoba melakukan hal-hal gila dalam bentuk film animasi, Sausage Party. Ide film ini menarik: isi di dalam pikiran berbagai makanan yang terdapat di supermarket ketika mereka berharap untuk dipilih oleh pembeli ternyata tidak seindah yang mereka kira. Memasukkan itu ke dalam konsep bahwa makanan juga dapat berbicara Seth Rogen dan Evan Goldberg berhasil mewujudkan fantasi gila mereka ke dalam sebuah “pesta” makanan khusus orang dewasa. It’s a funny but vulgar and raunchy "adult" party.

Review: Neighbors 2: Sorority Rising [2016]


“They’re using their sexuality as a weapon.”

Ketika sebuah studio mengumumkan produksi sekuel dari sebuah film akan muncul pertanyaan dengan jenis yang begitu familiar, seperti mengapa, untuk apa, bahkan fungsinya apa? Maksud dan tujuan sekuel beragam misalnya untuk membuat lebih banyak lagi uang, tapi ada pula niat yang tidak semurah itu seperti ingin mencoba meneruskan cerita, menjawab pertanyaan yang belum terjawab, hingga membuat kemasan yang lebih baik dengan berusaha memperbaiki kelemahan di film terdahulunya. Dua tahun lalu komedi berjudul Neighbors berhasil meraih box office 15 kali lipat dari budget yang ia punya, tapi menariknya kehadiran Neighbors 2: Sorority Rising (Bad Neighbours 2) ternyata tidak semurah sekedar untuk mencoba mengulangi pencapaian tersebut.

Review: Kung Fu Panda 3 (2016)


"If you only do what you can do, you'll never be better than what you are."

Rentang waktu lima tahun memang tidak singkat, namun tidak seperti Sherk yang perlahan mulai kehilangan pesona di sekuel yang silih berganti hadir film ketiga dari Kung Fu Panda ini justru berhasil melakukan hal sebaliknya. Kung Fu Panda 3 merupakan kelanjutan penuh “respect” kepada Po dan keluarga panda serta teman-teman binatangnya itu, masih dengan karakter yang memiliki pesona serta humor yang penuh energy berhasil menjadi sebuah animasi yang tidak hanya memperdaya penonton lewat visual namun juga cerita yang mengandalkan isu sikap positif. We missed you, Po. Welcome back.

Review: The Night Before (2015)


“Did you just call our baby a cunt?”

The Night Before merupakan percobaan terbaru dari Evan Goldberg dan Seth Rogen untuk menciptakan komedi yang berusaha make you laugh at tragedy, bisa dikatakan pula seperti kelanjutan dari 50/50 di dunia berbeda dengan kembalinya sang sutradara, Jonathan Levine, dan juga pemeran utama, Joseph Gordon-Levitt. Tapi membuat komedi dengan berlandaskan tragedi bukan sebuah pekerjaan yang mudah, itu sama saja seperti menghibur orang yang baru saja putus cinta dan masih berurai air mata dengan menggunakan music electronic dance. Film ini seperti itu, ada hiburan yang fun tapi something is missing. Weird comedy.

Review: Steve Jobs (2015)


"Musicians play their instruments. I play the orchestra."

Steve Jobs merupakan sebuah presentasi manipulasi yang mengasyikkan, sebuah biopic yang seperti tidak ingin sekedar membawa kamu sebagai penonton menemukan jawaban atas pertanyaan tapi justru tampak seperti sebuah studi karakter bersama berbagai masalah dalam temperatur tinggi. Steve Jobs lebih terasa seperti sebuah drama ketimbang biografi yang menceritakan kisah hidup sosok pendiri Apple, namun di tangan Trainspotting dan Slumdog Millionaire ia tampil indah sejak awal hingga akhir.

Movie Review: Neighbors (2014)



"We're throwing a Robert De Niro party."

Neighbors, yang juga dirilis dengan nama Bad Neighbours secara Internasional, adalah film komedi yang ternyata menampilkan keunikan bukan hanya pada jajaran cast yang ia punya. Ada kombinasi yang kasar, Zac Efron yang telah menjadi bagian dari ikon romance di kalangan young adult, Rose Byrne yang mulai klik dengan komedi setelah sebelumnya lebih sering bermain di drama dan juga misteri, dan ada si gila Seth Rogen dengan suara beratnya. Disamping itu Neighbors secara mengejutkan berhasil menggabungkan salah satu hal yang sulit diharapkan dari sebuah film komedi, humor tajam dan total dengan keterlibatan sedikit wawasan didalamnya.    

Movie Review: This Is the End (2013)


Seorang teman pernah berkata pada saya yang intinya, “aku ingin kelak sebelum mengakhiri hidup, mati ataupun itu kiamat, berkumpul bersama orang-orang yang aku cintai dalam suasana damai.” Tentu sebuah harapan indah yang di inginkan banyak orang, namun garis finish itu tidak dapat diprediksi kapan akan datang, dan enam pria ini harus menerima fakta menghadapi ajal mereka dengan berkumpul bersama dalam sebuah rumah yang dipenuhi masalah. This Is the End, dengan premis sederhana mampu menghadirkan kekacauan yang gila.

Movie Review: Take This Waltz (2011)



Margot (Michelle Williams), seorang penulis yang berteman dengan depresi dalam kesehariannya. Margot merupakan istri dari Lou (Seth Rogen), penulis buku kuliner tentang ayam. Mereka telah bersama selama lima tahun. Namun, ketika pulang dari tugasnya diluar Montreal, Margot seolah membuka tirai dari zona nyamannya. Margot bertemu Daniel (Lukas Kirby), pria yang tinggal sangat dekat dengan rumah mereka, yang berhasil memberi Margot perhatian yang tidak ia dapat dari Lou. Margot goyah, dan ia memilih cintanya.