Showing posts with label Stephen Frears. Show all posts
Showing posts with label Stephen Frears. Show all posts

Review: Florence Foster Jenkins (2016)


"Music is my life."

Apakah sikap menyerah merupakan sebuah pilihan? Mungkin iya, mungkin tidak, semua tergantung pada seberapa besar dan keras niat serta usaha yang kamu miliki untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini, Florence Foster Jenkins, karya terbaru dari sutradara Dangerous Liaisons, High Fidelity, The Queen, dan Philomena dengan menggunakan sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang kurang paham pada nada dan irama namun ingin menjadi seorang penyanyi. It’s a good enough boat for Meryl Streep to slaying awards season later.

Review: The Program [2015]


"Attack without mercy, keep your head down and don't look back."

Dari kesuksesan mengalahkan kanker ganas hingga menjadi juara dunia balap sepeda dengan pencapaian tujuh gelar bergengsi Tour de France secara berturut-turut, sulit untuk tidak mengagumi sosok bernama Lance Armstrong, ikon besar di dunia balap sepeda yang sama seperti Michael Phelps di olahraga renang prestasi yang ia capai begitu mudah meninggalkan impresi “too good to be true” bagi penonton dan mulai mempertanyakan bakat miliknya. The Program mencoba menggambarkan sosok yang berhasil mengubah rasa kagum menjadi shock besar di tahun 2012 yang lalu ini, saint to sinner, sebuah "kecurangan" besar dalam sejarah olahraga.

Movie Review: Philomena (2013)


Salah satu hal tersulit dalam bercerita adalah ketika harus menghadirkan materi hitam yang dikemas dalam tampilan non-hitam. Kita punya sebuah kisah kelam, namun dalam cara penyampaiannya kita harus mampu menjadikan kisah itu agar tampak lembut dan tidak membebani penontonnya, sehingga materi seperti diberikan batas dan berupaya menyampaikan misi yang ia bawa dengan menciptakan keseimbangan yang efektif dan efisien. Itu merupakan hal yang riskan, dan film ini mengalami dampaknya. Philomena, drama kelam yang sedikit terlalu lembut.