Apakah sikap menyerah
merupakan sebuah pilihan? Mungkin iya, mungkin tidak, semua tergantung pada
seberapa besar dan keras niat serta usaha yang kamu miliki untuk mencapai apa
yang kamu inginkan. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini, Florence Foster Jenkins, karya terbaru
dari sutradara Dangerous Liaisons, High
Fidelity, The Queen, dan Philomena dengan
menggunakan sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang kurang paham pada
nada dan irama namun ingin menjadi seorang penyanyi. It’s a good enough boat for Meryl Streep to slaying awards season
later.
Showing posts with label Stephen Frears. Show all posts
Showing posts with label Stephen Frears. Show all posts
Review: The Program [2015]
"Attack without mercy, keep your head down and don't look back."
Dari kesuksesan
mengalahkan kanker ganas hingga menjadi juara dunia balap sepeda dengan
pencapaian tujuh gelar bergengsi Tour de
France secara berturut-turut, sulit untuk tidak mengagumi sosok bernama Lance Armstrong, ikon besar di dunia
balap sepeda yang sama seperti Michael
Phelps di olahraga renang prestasi yang ia capai begitu mudah meninggalkan
impresi “too good to be true” bagi
penonton dan mulai mempertanyakan bakat miliknya. The Program mencoba menggambarkan sosok yang berhasil mengubah rasa
kagum menjadi shock besar di tahun
2012 yang lalu ini, saint to sinner, sebuah
"kecurangan" besar dalam sejarah olahraga.
Movie Review: Philomena (2013)
Salah satu hal tersulit dalam bercerita adalah ketika
harus menghadirkan materi hitam yang dikemas dalam tampilan non-hitam. Kita
punya sebuah kisah kelam, namun dalam cara penyampaiannya kita harus mampu
menjadikan kisah itu agar tampak lembut dan tidak membebani penontonnya,
sehingga materi seperti diberikan batas dan berupaya menyampaikan misi yang ia
bawa dengan menciptakan keseimbangan yang efektif dan efisien. Itu merupakan hal yang riskan, dan
film ini mengalami dampaknya. Philomena,
drama kelam yang sedikit terlalu lembut.



+poster.jpg)