Showing posts with label Stephen Fry. Show all posts
Showing posts with label Stephen Fry. Show all posts

Review: Alice Through the Looking Glass (2016)


"I will help my friends, no matter what."

Di tahun 2010 Tim Burton menciptakan versinya dari kisah klasik karya Lewis Carroll yang telah berulang kali diadaptasi ke dalam bentuk hiburan visual, Alice in Wonderland, sebuah petualangan fantasi dengan presentasi visual dan kostum yang begitu memikat meskipun terasa "biasa" di bagian cerita. Menghasilkan lebih dari $1 Milyar yang sempat membawanya menempati peringkat kelima highest-grossing film of all time kehadiran sekuel bukan merupakan sebuah kejutan. Pertanyaannya kembali sama, apakah ini mampu mengulangi kesuksesan sembari memperbaiki minus yang dihasilkan oleh film pertamanya? Visually enchanting, Alice Through the Looking Glass is a needless sequel, a tasteless candy.

Review: Love & Friendship (2016)


"Lady Susan Vernon will destroy every comfort of our life."

Sebelum jaman menjadi modern seperti sekarang ini bumi sebenarnya pernah dipenuhi dengan manusia-manusia yang berlomba-lomba untuk menjadi yang terhebat dengan cara yang bermartabat, meskipun sejak dahulu kompetisi telah diisi dengan manipulasi bersama dua sisi yang juga sama seperti sekarang, ada si baik dan ada si jahat. Manipulasi bukan sebuah aksi yang menyenangkan namun di tangan Whit Stillman itu ditampilkan dengan manis kedalam sebuah kisah kejahatan yang lucu, ceria, dan menyenangkan. Love & Friendship adalah romantic comedy yang, istimewa.

Movie Review: The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)


"You are being used, hobbit,"

Walaupun tidak mampu tampil mencapai standard yang telah ia ciptakan lewat The Lord of the Rings, kehadiran The Hobbit: An Unexpected Journey tahun lalu sangat tidak layak diberikan label sebagai sebuah presentasi yang buruk dari seorang Peter Jackson. Lagipula masih mudah untuk memaafkan An Unexpected Journey jika menilik statusnya sebagai film pertama sebuah trilogi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi The Desolation of Smaug, yang celakanya justru tidak memberikan sebuah perkembangan yang mengagumkan.