Showing posts with label Will Smith. Show all posts
Showing posts with label Will Smith. Show all posts

Movie Review: Bad Boys for Life (2020)


“I never trusted anybody but you.”

Salah satu trend yang sedang marak di industri perfilman belakangan ini adalah kembalinya film atau sequels yang telah lama tertidur pulas. Bad Boys menambah panjang daftar tersebut, terakhir kali menyapa penonton tahun 2003 yang lalu lewat Bad Boys II, kini salah satu action komedi hits tersebut mencoba kembali menyapa penggemarnya. Apakah berhasil? 'Bad Boys for Life' : a worth seeing nostalgia.

Review: Collateral Beauty (2016)


"It turns out death is an elderly white woman."

Ketika Will Smith berperan sebagai tokoh utama yang mencoba menjual kesan “badass” hasil akhir film yang tercipta kerap terasa oke, dari Bad Boys, Independence Day, Men in Black, Hancock, I Am Legend, dan well, Suicide Squad. Tapi hasil yang sama tidak selalu muncul ketika dia mencoba bermain di ranah drama sebagai karakter utama yang tampil “serius” dan menuntut emosi, The Pursuit of Happyness dan Concussion terasa oke tapi apa yang Will Smith tampilkan di After Earth sudah cukup menjadi sample paling efektif. Di film terbarunya yang juga dipenuhi bintang ternama ini, Collateral Beauty, Will Smith kembali mencoba “get serious”, sebuah drama yang ketika berakhir dapat membuatmu berkata “are you flipping serious?”

Movie Review: Suicide Squad (2016)


"I’m bored. Play with me!"

Akhirnya mereka tiba, salah satu dari sekian banyak highly anticipated film tahun ini, menilik teaser yang ia lempar juga menyandang status dan hype sebagai film pertama di DC Extended Universe yang mencoba sedikit menggeser serious stuff dari panggung utama untuk kemudian tampil a la sebuah pesta berisikan para kriminal “gila”. Lalu di mana pada akhirnya ia berdiri? Apakah ini tampil lebih baik dari “tawuran” yang inkoheren itu? Apakah ini menjadi sebuah “kekacauan” yang menghibur? Suicide Squad: a bumpy but catchy intro for DC anti-hero.   

Review: Concussion (2015)


"Repetitive head trauma chokes the brain! And turns man into something else."

Concussion ini seperti seorang karyawan yang suatu ketika menemukan “noda” di tempat kerjanya yang dapat ia gunakan untuk naik ke jabatan yang jauh lebih tinggi, namun bukan bukannya memilih memanfaatkan keuntungan tersebut semaksimal mungkin ia pada akhirnya justru memilih kembali merahasiakan noda tersebut setelah puas dengan negosiasi dari pihak yang menciptakan noda tadi. Punya potensi yang menarik Concussion adalah sebuah provokasi tanpa touchdown.

Movie Review: Focus (2015)


“Congratulations, you’re a criminal.”

Tema yang ia bawa memang tidak begitu istimewa terlebih dengan sokongan sinopsis yang dapat dikatakan cukup sulit untuk dengan mudah menarik atensi penonton, namun dibalik itu justru ada fokus lain yang terasa lebih menarik dari film terkait dua bintang utamanya. Apakah Will Smith dapat kembali kedalam trek yang “sehat”? Apakah Margot Robbie berhasil memanfaatkan kesempatan yang ia miliki untuk terus bergerak maju setelah The Wolf of Wall Street? Uniknya fokus yang kurang fokus tadi ternyata tidak hanya menjadi sajian pembuka bagi film ini. Focus: an undynamic trick picnic.

Movie Review: After Earth (2013)


Mencoba terlalu kuat untuk dapat tampil menarik sebenarnya seperti sebuah koin dengan sisi hitam dan putih. Jika berhasil tampil memikat para penonton upaya yang ia lakukan akan mendapat apresiasi, dan sebaliknya. After Earth punya potensi untuk tampil menarik, menawarkan kembali duet ayah dan anak, Will Smith dan Jaden Smith, yang tentu menjadi daya tarik utama, serta Shyamalan dengan filmnya yang kedua pada genre action adventure, yang sayangnya justru terasa seperti The Last Airbender jilid kedua. 

Movie Review: Men In Black III & Safe


Men In Black III (2012)

Boris The Animal (Jemaine Clement), penjahat yang berhasil ditangkap oleh Agent K (Tommy Lee Jones) empat puluh tahun yang lalu, berhasil meloloskan diri dari Lunar Max, penjara dengan sistem keamanan tinggi, yang berlokasi di bulan. Kembalinya Boris ke bumi mengusung misi balas dendam kepada Agent K, yang menyebabkan Boris kehilangan tangan kirinya. Oleh sebab itu, Boris kembali ke 40 tahun yang lalu, tepatnya 15 Juli 1969.