Showing posts with label William Fichtner. Show all posts
Showing posts with label William Fichtner. Show all posts

Movie Review: Independence Day: Resurgence [2016]


“We’re gonna kick some serious alien ass.”

Begitu mudah untuk memasukkan Independence Day ke dalam list disaster film favorit, sebuah sci-fi yang tidak hanya sekedar mampu menjadi sajian yang cukup intens dan fun dibalik kekurangan yang ia miliki saja tapi berhasil menjadi one to be remembered kinda movie. Sudah 20 tahun tertidur dengan lelap kini kita coba dibawa kembali bertemu dengan “bencana” yang serupa namun tidak sama, babak kedua yang kembali mencoba mempertemukan manusia dan alien dalam sebuah pertarungan penuh kehancuran skala besar. Siapa yang akan menjadi pemenang bukan pertanyaan paling menarik dari film ini namun apakah ia mampu menyamai atau bahkan menjadi kemasan action sci-fi yang lebih baik dari pendahulunya? A dreadful waffle, Independence Day: Resurgence is a war without a wow.

Movie Review: Teenage Mutant Ninja Turtles (2014)


“Remember, nothing is as strong as family.”

Hadirnya reboot dari film-film dengan elemen ikonik seperti ini merupakan sesuatu yang harus disambut dengan tangan terbuka, tentu saja terlepas dari misi yang ia bawa, bisa menjadi sebuah update yang baik, sebuah pesta bagi para fans, pengeruk keuntungan semata, atau justru hanya topeng dari terbatasnya ide segar yang dimiliki insan perfilman. Celakanya film ini tidak mampu mengkombinasikan hal-hal tersebut dengan cermat, Teenage Mutant Ninja Turtles, a soulless and charmless entertainment from ninjutsu warriors. Cowabummer!    

Movie Review: Elysium (2013)


Mempertahankan sesuatu selalu memerlukan upaya yang lebih besar dibandingkan ketika anda sedang berupaya meraihnya. Neill Blomkamp adalah sebuah hits yang sangat besar di tahun 2009, meraih nominasi Oscar lewat sebuah film sci-fi indie, memberikan magic pada film debutnya yang seharga $30 juta untuk meraih keuntungan tujuh kali lipat. Menjadikannya memperoleh banyak atensi, dilain sisi District 9 ternyata juga memberikan beban bagi Blomkamp, hal utama yang sangat terlihat pada Elysium, sebuah sci-fi standard yang kurang dinamis.

Movie Review: The Lone Ranger (2013)


Johnny Depp is Rango. Itu dua tahun lalu, dan kini Depp terjun langsung ke dalam sebuah petualangan yang juga berlatarkan Amerika klasik abad 19, masih dengan tingkah anehnya yang kini tampil dengan wajah berbalut hitam dan putih yang kasar, seekor burung gagak di kepalanya, dengan seorang pria “pemberani” yang menjadi partnernya. Cukup aneh memang, kenapa review kali ini harus dibuka dengan membahas seorang Johnny Depp. Ya, dia (satu-satunya) daya tarik dari The Lone Ranger.