Showing posts with label Zoë Kravitz. Show all posts
Showing posts with label Zoë Kravitz. Show all posts

Movie Review: The Batman (2022)

“Fear is a tool.”

Apakah kita butuh Batman baru? Sekitar sepuluh tahun yang lalu Christian Bale menyudahi penampilannya menggunakan kostum Batman di film 'The Dark Knight Rises', namun karakter tersebut tidak mati. Ben Affleck kemudian masuk mengisi posisi kosong itu sebagai The Dark Knight, bermula di 'Batman v Superman: Dawn of Justice' dan lantas berlanjut ke 'Justice League'. Dan itu belum menghitung di era sebelum 2000s ketika karakter Gotham Knight itu pernah diperankan oleh enam orang aktor berbeda. So, kini dengan munculnya Robert Pattinson otomatis daftar pemeran The World's Greatest Detective itu bertambah semakin panjang. Apakah terlalu banyak? Not at all! ‘The Batman’: dare, defy, deliver.


Review: The Divergent Series: Allegiant [2016]



"Everyone we know will die."

Ketika muncul dua tahun lalu film Divergent mengusung misi untuk memanfaatkan “panas” dari adaptasi novel young adult ke layar lebar, namun alih-alih berdiri tegak dan bersanding bersama The Hunger Games kala itu yang dialami oleh Divergent justru menyedihkan. Dengan keunikan cerita yang ia miliki Divergent menjadi start yang terlalu lembut, Insurgent meneruskannya dengan eksekusi yang canggung miskin urgensi dan energi, dan film pertama dari dua babak adaptasi buku terakhir, The Divergent Series: Allegiant, seperti sebuah bendera putih tanda menyerah. Seperti sebuah ucapan Four kepada Tris, “We need to leave, RIGHT NOW!” 

Review: Mad Max: Fury Road (2015)


"I live, I die. I LIVE AGAIN!"

Mad Max: Fury Road merupakan film action yang akan membuat kamu setelah bertepuk tangan kemudian akan terdiam sejenak ketika ia telah selesai, lalu kemudian berpikir hal gila apa yang baru saja selesai kamu saksikan. Merupakan edisi keempat dari Mad Max franchise ini adalah sebuah perayaan penuh totalitas dan percaya diri yang tinggi dari seorang George Miller, panas, dingin, lucu, menegangkan, Mad Max: Fury Road seperti mobil balap Formula One dalam sebuah balapan yang meniadakan pit stop namun dikemudikan oleh pembalap yang ahli dalam mengatur lari kendaraannya, Mad Max: Fury Road ibarat sebuah film action yang dilukis oleh Pablo Picasso. Keren!

Review: Insurgent (2015)



"Once a stiff, always a stiff."

Ketika saya hendak menonton film ini saya bertanya pada teman yang sudah terlebih dahulu menyaksikan Insurgent dan juga sebelumnya juga telah membaca novel karya Veronica Roth itu. Jawaban darinya adalah: “apakah layak berharap banyak dari Insurgent?”  Sebuah jawaban yang sederhana memang namun bukan hanya 50 atau 70 persen namun saya setuju sepenuhnya dengan pernyataannya teman saya tadi. Insurgent, baik itu dari sisi novel maupun film, merupakan korban dari masalah yang bukan hanya sekarang namun mungkin akan kita saksikan beberapa tahun kedepan, sebuah trilogi dengan bagian kedua yang hanya menjadi sebuah jembatan penghubung dengan daya tarik yang lemah.

Movie Review: The Divergent Series: Insurgent (2015)


“Mankind wait for you, with hope, beyond the wall.”

Tahun lalu saya menyebut Divergent sebagai film tentang pemberontakan yang terlalu lembut, kurang bergairah, monoton, dan sedikit membosankan. Tidak hanya itu ia juga tidak memiliki petualangan dalam gerak cekatan sehingga tampak seperti membangun drama dengan bumbu adegan sci-fi dan action, ketimbang menjadi kodratnya sebagai sebuah film sci-fi action dengan dukungan drama. Well, hal tersebut yang kemudian meninggalkan saya speechless ketika melangkah keluar sesaat setelah kejutan dari Naomi Watts yang berdiri dibelakang Kate Winslet. The Divergent Series: Insurgent: when kids from Nickelodeon start a rebellion.

Movie Review: Divergent (2014)


"The future belongs to those who know where they belong."

Tidak dapat dipungkiri bahwa Divergent merupakan sebuah kombinasi dari apa yang pernah eksis di dunia young adult, ada nafas Harry Potter, kemudian The Hunger Games, dan kisah romansa dengan nada Twilight. Namun rasa ragu yang muncul ketika pertama kali membacanya perlahan sirna karena meskipun tidak megah Veronica Roth piawai dalam menciptakan sebuah petualangan menyenangkan berisikan kompleksitas yang menegangkan. But poorly, a movie officially makes Divergent looks like The Hunger Games clone which built up with Twilight system. I’m Divergent btw, a soul with more than one faction, and now I’ll use my Chandor and Dauntless side to telling you this one: a bit boring, and absolute bland.