Cinta
adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta
juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor
pembentuknya, merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas
kasih dan kasih sayang, sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia
terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang,
membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang
diinginkan objek tersebut. ‘Emma.’ : a
handsome, clever, and rich story about love.
Showing posts with label Bill Nighy. Show all posts
Showing posts with label Bill Nighy. Show all posts
Review: The Second Best Exotic Marigold Hotel (2015)
The Best Exotic Marigold Hotel dapat dikatakan merupakan sebuah
kejutan ketika ia muncul tahun 2012 yang lalu, di prediksi hanya akan menjadi
ajang kumpul bagi aktor dan aktris kawakan British
namun pada akhirnya berhasil menciptakan hit dengan pencapaian box-office 13 kali lipat dari budget
awal dan berujung meraih nominasi Golden
Globes kategori Best Picture dan Best Actress. Tapi salah satu hal yang
kala itu saya rasakan ketika film tersebut berakhir adalah ia tidak akan
memperoleh sekuel karena komposisi dan hasil akhir yang ia hasilkan telah
sangat tepat. Well, please welcome The
Second Best Exotic Marigold Hotel.
Review: Pride (2014)
"Every woman is a lesbian at heart!"
Seperti judul yang ia miliki, Pride bisa jadi merupakan salah satu kebanggaan dari dunia
perfilman British di tahun ini.
Bagaimana tidak ketika ia memiliki banyak warna yang berhasil dicampur atau
disatukan dengan baik, ia punya drama yang terasa hangat tapi juga tetap
berhasil membuat masalah yang ia punya terasa serius, ia juga punya komedi lucu
yang mampu membuat penonton tertawa dalam kadar yang pas, dan mereka bersatu
didalam narasi yang berjalan dengan cepat dan meriah, kombinasi style dan substance yang manis.
Movie Review: I, Frankenstein (2014)
From the
producers of Underworld, kalimat yang
tercantum pada poster tersebut sesungguhnya telah dapat mewakili apa yang coba
ditawarkan oleh I, Frankenstein.
Masih sama, formula yang sama, dan kembali ada Kevin Grevioux didalamnya, I,
Frankenstein kembali coba menawarkan fantasi bersama balutan action dan
sedikit nafas horror. It's not bad, it's
just, terrible.
Movie Review: About Time (2013)
“How long will I love you? As long as the stars are above you, and
longer if i can.”
Setiap tahun anda pasti akan menemukan film dengan tipe seperti ini,
bukan berbicara pada konteks genre melainkan sebuah film dimana anda tahu ia
memiliki banyak celah meskipun tampil implisit tidak mampu menjauhkannya dari
sorotan, kemudian mencoba tetap objektif dalam memberikan penilaian, namun
disisi lain harus berhadapan dengan fakta anda merasakan sebuah kesulitan untuk
menampik dan mengingkari bahwa setiap menit yang ia berikan merupakan sebuah
enjoyment yang menyenangkan. About Time
adalah contoh terbaru, ketika time travel hadir dalam sentuhan romance dan
comedy yang klasik, sebuah kemasan guilty
pleasure skala besar, really
hard to dislike.
Movie Review: The World's End (2013)
Apakah menjadi
dewasa adalah sebuah proses alamiah dimana ia akan muncul dan menghampiri anda
ketika saatnya telah tiba, atau justru merupakan sesuatu layaknya harta karun
yang hanya dapat anda dapatkan dengan berupaya untuk menemukannya. Enam tahun
berlalu, mereka kembali, film ketiga dari The
Three Flavours Cornetto trilogy, Simon
Pegg dan Nick Frost, tidak ada
zombie, tidak ada polisi gila, hanya dengan obsesi pada beer dan masuk kedalam
petualangan sci-fi comedy dengan sentuhan apocalypse, The World's End, menyenangkan.
Movie Review: Jack the Giant Slayer (2013)
Apakah ketika anda
kecil dulu anda pernah mendengarkan sebuah dongeng tentang biji kacang (atau
jenis lainnya) yang tumbuh menjadi pohon raksasa, tinggi menjulang menembus
awan, dan berakhir pada sebuah negeri yang dihuni para raksasa? Jika iya, maka
beruntunglah anda, karena anda memiliki kesempatan untuk menyaksikan
secara visual semua fantasi yang dulu mungkin hanya sebatas diceritakan oleh
kedua orang tua anda dari buku cerita anak-anak. The legend is true, and all the story that your father tell you is
true.
Movie Review: Total Recall (2012)
Sebuah cerita yang telah
tertidur selama 22 tahun coba diangkat kembali oleh Len Wiseman (Underworld).
Bersetting diawal abad 22, dimana populasi bumi telah berkurang drastis akibat
perang dunia, menyisakan dua bagian besar yang terhubung melalui sebuah jalur
yang melintasi inti bumi. United Federation of Britain (UFB), berada dibagian
barat bumi, tepatnya Inggris, dan dipimpin oleh Cohaagen (Bryan Cranston).
Sedangkan di timur berdiri sebuah aliansi pemberontak yang menamai diri mereka
The Colony, berlokasi di Australia, dibawah pimpinan Matthias (Bill Nighy), dan
berniat menyerang UFB. Disinilah peran dari Douglas Quaid (Colin Farrell),
seorang pekerja di pabrik robot milik UFB.
Movie Review: The Best Exotic Marigold Hotel (2012)
Tujuh pribadi yang sudah lanjut
usia, dengan perbedaan kepribadian dan latar belakang, dipertemukan melalui
satu iklan yang mereka dapat dari internet dan brosur. Jenuh dengan keseharian yang mereka jalani,
mereka memutuskan untuk terbang ke India. Mereka menuju salah satu tujuan
wisata mewah dikawasan Jaipur, hotel dengan suasana yang tenang dan nyaman.


%2Bposter.jpg)
%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)

+poster.jpg)


