Showing posts with label Bill Nighy. Show all posts
Showing posts with label Bill Nighy. Show all posts

Movie Review: Emma. (2020)


“She always declares that she will never marry.”

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya, merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang, sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. ‘Emma.’ : a handsome, clever, and rich story about love.

Review: The Second Best Exotic Marigold Hotel (2015)


The Best Exotic Marigold Hotel dapat dikatakan merupakan sebuah kejutan ketika ia muncul tahun 2012 yang lalu, di prediksi hanya akan menjadi ajang kumpul bagi aktor dan aktris kawakan British namun pada akhirnya berhasil menciptakan hit dengan pencapaian box-office 13 kali lipat dari budget awal dan berujung meraih nominasi Golden Globes kategori Best Picture dan Best Actress. Tapi salah satu hal yang kala itu saya rasakan ketika film tersebut berakhir adalah ia tidak akan memperoleh sekuel karena komposisi dan hasil akhir yang ia hasilkan telah sangat tepat. Well, please welcome The Second Best Exotic Marigold Hotel.

Review: Pride (2014)


"Every woman is a lesbian at heart!"

Seperti judul yang ia miliki, Pride bisa jadi merupakan salah satu kebanggaan dari dunia perfilman British di tahun ini. Bagaimana tidak ketika ia memiliki banyak warna yang berhasil dicampur atau disatukan dengan baik, ia punya drama yang terasa hangat tapi juga tetap berhasil membuat masalah yang ia punya terasa serius, ia juga punya komedi lucu yang mampu membuat penonton tertawa dalam kadar yang pas, dan mereka bersatu didalam narasi yang berjalan dengan cepat dan meriah, kombinasi style dan substance yang manis.

Movie Review: I, Frankenstein (2014)


From the producers of Underworld, kalimat yang tercantum pada poster tersebut sesungguhnya telah dapat mewakili apa yang coba ditawarkan oleh I, Frankenstein. Masih sama, formula yang sama, dan kembali ada Kevin Grevioux didalamnya, I, Frankenstein kembali coba menawarkan fantasi bersama balutan action dan sedikit nafas horror. It's not bad, it's just, terrible.

Movie Review: About Time (2013)


“How long will I love you? As long as the stars are above you, and longer if i can.”

Setiap tahun anda pasti akan menemukan film dengan tipe seperti ini, bukan berbicara pada konteks genre melainkan sebuah film dimana anda tahu ia memiliki banyak celah meskipun tampil implisit tidak mampu menjauhkannya dari sorotan, kemudian mencoba tetap objektif dalam memberikan penilaian, namun disisi lain harus berhadapan dengan fakta anda merasakan sebuah kesulitan untuk menampik dan mengingkari bahwa setiap menit yang ia berikan merupakan sebuah enjoyment yang menyenangkan. About Time adalah contoh terbaru, ketika time travel hadir dalam sentuhan romance dan comedy yang klasik, sebuah kemasan guilty pleasure skala besar, really hard to dislike.   

Movie Review: The World's End (2013)


Apakah menjadi dewasa adalah sebuah proses alamiah dimana ia akan muncul dan menghampiri anda ketika saatnya telah tiba, atau justru merupakan sesuatu layaknya harta karun yang hanya dapat anda dapatkan dengan berupaya untuk menemukannya. Enam tahun berlalu, mereka kembali, film ketiga dari The Three Flavours Cornetto trilogy, Simon Pegg dan Nick Frost, tidak ada zombie, tidak ada polisi gila, hanya dengan obsesi pada beer dan masuk kedalam petualangan sci-fi comedy dengan sentuhan apocalypse, The World's End, menyenangkan.

Movie Review: Jack the Giant Slayer (2013)


Apakah ketika anda kecil dulu anda pernah mendengarkan sebuah dongeng tentang biji kacang (atau jenis lainnya) yang tumbuh menjadi pohon raksasa, tinggi menjulang menembus awan, dan berakhir pada sebuah negeri yang dihuni para raksasa? Jika iya, maka beruntunglah anda, karena anda memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara visual semua fantasi yang dulu mungkin hanya sebatas diceritakan oleh kedua orang tua anda dari buku cerita anak-anak. The legend is true, and all the story that your father tell you is true.

Movie Review: Total Recall (2012)



Sebuah cerita yang telah tertidur selama 22 tahun coba diangkat kembali oleh Len Wiseman (Underworld). Bersetting diawal abad 22, dimana populasi bumi telah berkurang drastis akibat perang dunia, menyisakan dua bagian besar yang terhubung melalui sebuah jalur yang melintasi inti bumi. United Federation of Britain (UFB), berada dibagian barat bumi, tepatnya Inggris, dan dipimpin oleh Cohaagen (Bryan Cranston). Sedangkan di timur berdiri sebuah aliansi pemberontak yang menamai diri mereka The Colony, berlokasi di Australia, dibawah pimpinan Matthias (Bill Nighy), dan berniat menyerang UFB. Disinilah peran dari Douglas Quaid (Colin Farrell), seorang pekerja di pabrik robot milik UFB.

Movie Review: The Best Exotic Marigold Hotel (2012)


Tujuh pribadi yang sudah lanjut usia, dengan perbedaan kepribadian dan latar belakang, dipertemukan melalui satu iklan yang mereka dapat dari internet dan brosur.  Jenuh dengan keseharian yang mereka jalani, mereka memutuskan untuk terbang ke India. Mereka menuju salah satu tujuan wisata mewah dikawasan Jaipur, hotel dengan suasana yang tenang dan nyaman.