Showing posts with label Billy Crudup. Show all posts
Showing posts with label Billy Crudup. Show all posts

Review: 20th Century Women (2016)


"Wondering if you're happy is a great shortcut to just being depressed."

Karakter utama film ini, Dorothea Fields, mengatakan bahwa dirinya akan mati akibat kanker pada usia 74 tahun. Yang menarik dari sana adalah alasan bahwa hal tersebut berlandaskan dari rasa sulit atau elusive yang Dorothea alami dalam mengikuti perputaran waktu dan perkembangan era yang semakin modern, sesuatu yang tentunya membawa banyak perubahan, dari manusia, inovasi, hingga berbagai “penyakit” di dalamnya. Perasaan “terancam” dari karakter itu merupakan dasar yang digunakan dengan baik oleh Mike Mills di '20th Century Women', sebuah comedy-drama yang menjadi sebuah ode bagi time, people, youth, and also human spirit. It’s an endearing and soulful dramedy.

Review: Jackie (2016)


"People like to believe in fairy tales."

Ketika Perang Dingin periode terakhir sedang berlangsung pada bulan November tahun 1963 publik dunia dikejutkan oleh sebuah berita yang datang dari salah satu negara superpower yaitu Amerika Serikat. Presiden mereka yang telah menjabat sejak Januari 1961, John F. Kennedy, tewas dibunuh dengan cara ditembak ketika sedang menjalani iring-iringan presiden di negara bagian Texas. Tidak hanya policy saja yang mendiang JFK tinggalkan kala itu namun juga “legacy”, salah satunya tentu diterima oleh sang istri, Jacqueline Lee "Jackie" Kennedy Onassis. It’s a hypnotizing psychodrama. Congratulation Mrs. Portman.

Review: Spotlight (2015)


"They knew and they let it happen!"

Sebenarnya jika dilihat dari dasar ceritanya Spotlight merupakan sebuah kemasan yang sederhana, tapi jujur saja cukup sulit untuk membuat kalimat pembuka bagi film ini. Mungkin bagi sebagian orang ini akan terkesan berlebihan, tapi Spotlight merupakan jenis drama prosedurial yang selalu kita nantikan kehadirannya setiap tahun, karena jumlah mereka yang berhasil mencapai level top-class terhitung langka. Spotlight seperti ketika The Hurt Locker, Zero Dark Thirty, dan Argo bersama dengan Hulk serta Birdman berkumpul dan berkerja sama di dalam ruang investigasi The Boston Globe. First-class drama.

Movie Review: The Longest Week (2014)


Orang-orang yang tidak puas dengan limit pada kemampuan yang mereka miliki, dan kemudian berupaya untuk menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar dari batas tadi tentu saja layak diberikan apresiasi. Tapi yang menjadi masalah mampu atau tidak mereka mengendalikan dan menangani segala permasalahan yang otomatis jauh lebih besar yang akan menghampiri mereka. Film ini menjadi contoh dari hal tersebut, dalam konteks filmmaking. The Longest Week, an uncompelling rom-com.

Movie Review: Blood Ties (2013)


"Some guys, the don't keep their promises." 

There’s no limit for family. Anda boleh bimbang ketika hendak melakukan sesuatu untuk kekasih anda, rasa ragu ketika akan memberikan pertolongan kepada sahabat terbaik anda, namun hal tersebut tidak boleh hadir jika sudah mengikut sertakan masalah terkait keluarga anda didalamnya. Ya, tidak ada kalimat “how far” dalam hubungan keluarga, help each other in sadness and happiness. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini, Blood Ties, dark and soft family story.