Showing posts with label Dominic Cooper. Show all posts
Showing posts with label Dominic Cooper. Show all posts

Movie Review: Warcraft [2016]


"Our hope is destroyed, there is nothing to go back to. Is war the only answer?"

Apakah kamu tahu salah satu hal paling berbahaya di dunia ini? Merasa sepi di tengah keramaian. Hal tersebut yang berhasil diberikan oleh film ini, Warcraft: The Beginning, film adaptasi dari video game online populer. Film yang mengambil dasar dari video game punya sejarah yang kurang manis namun hype cukup tinggi diperoleh Warcraft dengan harapan untuk akhirnya mampu mematahkan apa yang mereka sebut sebagai “kutukan” bagi film yang diadaptasi dari video game. Hasilnya? Kutukan itu masih berlanjut. Warcraft: The Beginning adalah sebuah perang yang ompong. 

Review: Miss You Already (2015)


"When life falls apart, friends keep it together."

Menciptakan sebuah film yang jualan utamanya berupa komedi tapi menggunakan tema gelap yang lebih cenderung dibentuk menjadi drama serius, seperti kematian misalnya, merupakan tugas yang tricky. Iya, tricky, bukan mustahil. Yang pertama terlintas di pikiran dari kombinasi tadi adalah 50/50, Adam mengidap penyakit dengan kemungkinan sembuh dan tidak di posisi sama besar, kemudian Adam dibantu oleh teman disekitarnya berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik. Seperti itu pula konsep Miss You Already, drama-comedy dari sutradara Twilight.

Review: Dracula Untold (2014)


"Every bloodline has a beginning." 

Film yang merupakan gabungan dari dark fantasy, action, dan juga horor ini mungkin akan kurang mampu menghasilkan impresi positif pada calon penonton yang sudah kenyang mengkonsumsi film tipikal seperti ini, bahkan dari poster yang ia berikan, tapi dibalik itu ada ambisi dan beban besar pada film dengan budget besar ini. Dracula Untold dicanangkan menjadi pembuka dari rencana reboot Universal Monsters franchises yang katanya hendak mencoba menerapkan Avengers-style di dalamnya. Sayangnya ambisi yang menarik itu tidak berjalan lurus dengan hasil yang diberikan film ini. 

Movie Review: Need for Speed (2014)


"Racers should race, cops should eat donuts." 

Mayoritas dari kita pasti pernah mengalami hal ini, ketika sedang mengemudi dengan santai dan penuh rasa tenang secara tiba-tiba muncul beberapa kendaraan dari belakang yang melewati kita dengan akselerasi dalam gerakan kencang disertai deru yang menggebu. Ada dua opsi sebenarnya, pertama kita akan menganggap aksi berani mereka tersebut sebagai sesuatu yang keren, namun bisa pula menjadi jengkel dan menilai bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang berbahaya bahkan menjurus tolol. Film ini seperti bermain diantara dua opsi tadi, Need for Speed, full of unnecessary and stupid things, but still quietly fun adventure.   

Movie Review: Dead Man Down (2013)


Puluhan, bahkan mungkin ratusan kebaikan skala kecil yang anda ciptakan akan dengan mudah terlupakan ketika anda melakukan sebuah kesalahan dalam skala besar yang celakanya juga akan sangat memorable. Itu yang akan anda dapatkan dari Dead Man Down, karya berbahasa inggris pertama dari Niels Arden Oplev, sutradara The Girl With Dragon Tattoo (Män som hatar kvinnor), sebuah thriller dengan cita rasa eropa.

Movie Review: Abraham Lincoln: Vampire Hunter (2012)


Abraham Lincoln (Benjamin Walker), menyaksikan Ibunya tewas dibunuh oleh seorang vampire bernama Jack Barts (Marton Csokas). Abraham bertekad untuk membalaskan dendamnya atas kematian Ibunya. Abraham bertemu dengan Henry Sturgess (Dominic Cooper), yang faktanya tidak seperti Abraham. Henry kemudian menugaskan Abraham ke suatu daerah bernama Springfield, untuk memburu kawanan Vampire, yang dipimpin oleh Adam (Rufus Sewell), dan membunuh mereka satu per satu.