Showing posts with label Greta Gerwig. Show all posts
Showing posts with label Greta Gerwig. Show all posts

Movie Review: Little Women (2019)


“I love it. It’s romantic.”

Bakat bercerita di dalam media film layar lebar yang ia punya sebenarnya sudah terlihat sejak ia menjadi co-writer untuk Noah Baumbach pada film ‘Frances Ha’ yang kemudian naik ke level berikutnya di ‘Mistress America’. Namun ‘Lady Bird’ adalah pembuktian terbesar dari seorang Greta Gerwig yang membawa namanya naik semakin tinggi dan kemudian masuk ke dalam kategori “filmmaker to watch”. Gerwig punya style yang unik, ia membuat semua tampak santai namun terasa tajam, dan itu kembali ia sajikan di film ini. Little Women: compelling and charming, it’s a film that has to be seen.

Review: 20th Century Women (2016)


"Wondering if you're happy is a great shortcut to just being depressed."

Karakter utama film ini, Dorothea Fields, mengatakan bahwa dirinya akan mati akibat kanker pada usia 74 tahun. Yang menarik dari sana adalah alasan bahwa hal tersebut berlandaskan dari rasa sulit atau elusive yang Dorothea alami dalam mengikuti perputaran waktu dan perkembangan era yang semakin modern, sesuatu yang tentunya membawa banyak perubahan, dari manusia, inovasi, hingga berbagai “penyakit” di dalamnya. Perasaan “terancam” dari karakter itu merupakan dasar yang digunakan dengan baik oleh Mike Mills di '20th Century Women', sebuah comedy-drama yang menjadi sebuah ode bagi time, people, youth, and also human spirit. It’s an endearing and soulful dramedy.

Review: Jackie (2016)


"People like to believe in fairy tales."

Ketika Perang Dingin periode terakhir sedang berlangsung pada bulan November tahun 1963 publik dunia dikejutkan oleh sebuah berita yang datang dari salah satu negara superpower yaitu Amerika Serikat. Presiden mereka yang telah menjabat sejak Januari 1961, John F. Kennedy, tewas dibunuh dengan cara ditembak ketika sedang menjalani iring-iringan presiden di negara bagian Texas. Tidak hanya policy saja yang mendiang JFK tinggalkan kala itu namun juga “legacy”, salah satunya tentu diterima oleh sang istri, Jacqueline Lee "Jackie" Kennedy Onassis. It’s a hypnotizing psychodrama. Congratulation Mrs. Portman.

Review: Maggie’s Plan (2016)


"Good luck with that, bossypants."

Siapa yang tidak bahagia ketika rencana yang telah ia susun dan lakukan berhasil memberinya kehidupan di zona yang aman dan nyaman. Mayoritas dari penduduk bumi pasti memimpikan hal tersebut untuk terjadi pada mereka, namun pasti ada pula yang lebih mencintai tantangan dalam kehidupannya, satu rencana tercapai lalu ia merasa bosan maka ia mulai menyusun rencana baru. Tapi setiap rencana punya “cara” untuk memberimu kejutan yang tidak semuanya dapat kamu kendalikan. Menggunakan usaha mencari kebahagiaan Maggie's Plan coba menggambarkan hal tadi, sebuah romance comedy yang lucu dan manis.

Review: Mistress America (2015)


"Your tragedy is your armor."

Hidup ini adalah sebuah eksistensi yang unik dan aneh, semuanya akan terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu yang beberapa diantaranya terkadang memaksa kita untuk berubah dan menyesuaikan diri dan tidak sedikit pula yang menghasilkan tekanan yang berlebihan. Namun tahukah kamu bahwa ada satu cara termudah untuk menghindari kemungkinan buruk tadi? Menjadi diri sendiri, menikmati hidup dengan melakukan apa yang kamu inginkan, bersama orang-orang yang kamu inginkan. Itu isi Mistress America, film terbaru dari Noah Baumbach (Frances Ha, While We're Young) yang kembali berisikan komedi serta hati menyenangkan.

Movie Review: Frances Ha (2013)


"Sometimes it's good to do what you're supposed to do when you're supposed to do it."

Apakah anda pernah berpikir seperti ini, “Ah, santai saja, aku masih muda, masih banyak kesempatan,” padahal pada dasarnya anda adalah seseorang yang punya mimpi sangat besar. Faktanya hal tersebut yang justru tidak menjadikan anda fokus untuk mengejar mimpi tersebut, bahkan merusak semua potensi besar yang anda miliki. Frances Ha coba bercerita mengenai hal tersebut, sederhana, dalam sentuhan hitam dan putih, sebuah petualangan studi karakter yang singkat dengan sedikit warna coming-of-age, dimana kehidupan, cinta, dan persahabatan membentuk kombinasi antara frustasi dan motivasi yang memikat.

Movie Review: To Rome with Love (2012)


Kesempatan terkadang hanya datang sekali, dan perlu sebuah keberanian yang besar untuk memutuskan apakah anda akan melakukannya, atau tidak. Jelas akan timbul rasa ragu dalam prosesnya, karena opsi gagal tentu saja akan tetap hadir. Itu yang coba diangkat oleh Woody Allen dalam film ini, dengan latar kota Roma yang romantis, dan dibumbui banyak konflik, membawa anda menyaksikan petualangan cinta yang berlandaskan rasa percaya.

Movie Review: Damsels in Distress (2011)



Seorang wanita bernama Violet (Greta Gerwig), bersama dua sahabatnya Heather (Carrie MacLemore) dan Rose (Megalyn Echikunwoke), mengelola “Suicide Prevention Center”, sebuah organisasi amal kampus, yang mengemban misi untuk menyelamatkan lingkungan sekitar kampusnya dari ancaman rasa frustasi, yang ditakutkan akan berujung pada keinginan untuk bunuh diri. Namun, akibat sifat idealis dan angkuhnya, Violet justru jatuh kedalam satu masalah yang menyebabkan ia depresi, dan menjadikan ia sosok yang sangat diawasi karena dicemaskan akan melakukan bunuh diri.