Bakat
bercerita di dalam media film layar lebar yang ia punya sebenarnya sudah
terlihat sejak ia menjadi co-writer
untuk Noah Baumbach pada film ‘Frances Ha’ yang kemudian naik ke level
berikutnya di ‘Mistress America’.
Namun ‘Lady Bird’ adalah pembuktian
terbesar dari seorang Greta Gerwig
yang membawa namanya naik semakin tinggi dan kemudian masuk ke dalam kategori “filmmaker to watch”. Gerwig punya style yang unik, ia membuat semua tampak
santai namun terasa tajam, dan itu kembali ia sajikan di film ini. Little Women: compelling and charming, it’s
a film that has to be seen.
Showing posts with label Greta Gerwig. Show all posts
Showing posts with label Greta Gerwig. Show all posts
Review: 20th Century Women (2016)
Karakter utama film ini, Dorothea Fields, mengatakan bahwa dirinya akan mati akibat kanker pada usia 74 tahun. Yang menarik dari sana adalah alasan bahwa hal tersebut berlandaskan dari rasa sulit atau elusive yang Dorothea alami dalam mengikuti perputaran waktu dan perkembangan era yang semakin modern, sesuatu yang tentunya membawa banyak perubahan, dari manusia, inovasi, hingga berbagai “penyakit” di dalamnya. Perasaan “terancam” dari karakter itu merupakan dasar yang digunakan dengan baik oleh Mike Mills di '20th Century Women', sebuah comedy-drama yang menjadi sebuah ode bagi time, people, youth, and also human spirit. It’s an endearing and soulful dramedy.
Review: Jackie (2016)
"People like to believe in fairy tales."
Ketika Perang Dingin periode terakhir sedang berlangsung pada bulan November tahun 1963 publik dunia dikejutkan oleh sebuah berita yang datang dari salah satu negara superpower yaitu Amerika Serikat. Presiden mereka yang telah menjabat sejak Januari 1961, John F. Kennedy, tewas dibunuh dengan cara ditembak ketika sedang menjalani iring-iringan presiden di negara bagian Texas. Tidak hanya policy saja yang mendiang JFK tinggalkan kala itu namun juga “legacy”, salah satunya tentu diterima oleh sang istri, Jacqueline Lee "Jackie" Kennedy Onassis. It’s a hypnotizing psychodrama. Congratulation Mrs. Portman.
Review: Maggie’s Plan (2016)
Siapa yang tidak
bahagia ketika rencana yang telah ia susun dan lakukan berhasil memberinya
kehidupan di zona yang aman dan nyaman. Mayoritas dari penduduk bumi pasti
memimpikan hal tersebut untuk terjadi pada mereka, namun pasti ada pula yang
lebih mencintai tantangan dalam kehidupannya, satu rencana tercapai lalu ia
merasa bosan maka ia mulai menyusun rencana baru. Tapi setiap rencana punya
“cara” untuk memberimu kejutan yang tidak semuanya dapat kamu kendalikan.
Menggunakan usaha mencari kebahagiaan Maggie's
Plan coba menggambarkan hal tadi, sebuah romance comedy yang lucu dan
manis.
Review: Mistress America (2015)
"Your tragedy is your armor."
Hidup ini adalah sebuah
eksistensi yang unik dan aneh, semuanya akan terus mengalami perubahan seiring
berjalannya waktu yang beberapa diantaranya terkadang memaksa kita untuk
berubah dan menyesuaikan diri dan tidak sedikit pula yang menghasilkan tekanan
yang berlebihan. Namun tahukah kamu bahwa ada satu cara termudah untuk
menghindari kemungkinan buruk tadi? Menjadi diri sendiri, menikmati hidup
dengan melakukan apa yang kamu inginkan, bersama orang-orang yang kamu
inginkan. Itu isi Mistress America,
film terbaru dari Noah Baumbach (Frances Ha, While We're Young) yang kembali berisikan komedi serta hati
menyenangkan.
Movie Review: Frances Ha (2013)
"Sometimes it's good to do what you're supposed to do when you're supposed to do it."
Apakah anda
pernah berpikir seperti ini, “Ah, santai saja, aku masih muda, masih banyak
kesempatan,” padahal pada dasarnya anda adalah seseorang yang punya mimpi
sangat besar. Faktanya hal tersebut yang justru tidak menjadikan anda fokus
untuk mengejar mimpi tersebut, bahkan merusak semua potensi besar yang anda
miliki. Frances Ha coba bercerita
mengenai hal tersebut, sederhana, dalam sentuhan hitam dan putih, sebuah
petualangan studi karakter yang singkat
dengan sedikit warna coming-of-age,
dimana kehidupan, cinta, dan persahabatan membentuk kombinasi antara frustasi
dan motivasi yang memikat.
Movie Review: To Rome with Love (2012)
Kesempatan terkadang
hanya datang sekali, dan perlu sebuah keberanian yang besar untuk memutuskan
apakah anda akan melakukannya, atau tidak. Jelas akan timbul rasa ragu dalam
prosesnya, karena opsi gagal tentu saja akan tetap hadir. Itu yang coba
diangkat oleh Woody Allen dalam film ini, dengan latar kota Roma yang romantis,
dan dibumbui banyak konflik, membawa anda menyaksikan petualangan cinta yang
berlandaskan rasa percaya.
Movie Review: Damsels in Distress (2011)
Seorang wanita bernama Violet
(Greta Gerwig), bersama dua sahabatnya Heather (Carrie MacLemore) dan Rose
(Megalyn Echikunwoke), mengelola “Suicide Prevention Center”, sebuah organisasi
amal kampus, yang mengemban misi untuk menyelamatkan lingkungan sekitar
kampusnya dari ancaman rasa frustasi, yang ditakutkan akan berujung pada
keinginan untuk bunuh diri. Namun, akibat sifat idealis dan angkuhnya, Violet
justru jatuh kedalam satu masalah yang menyebabkan ia depresi, dan menjadikan
ia sosok yang sangat diawasi karena dicemaskan akan melakukan bunuh diri.








