Setelah kesuksesan yang luar biasa dari Harry Potter film franchise tidak heran jika J. K. Rowling ingin kembali “mencoba” mengulangi hal tersebut. Tapi yang mengejutkan adalah ketimbang melanjutkan kisah Harry Potter dia justru mencoba untuk membawa ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’ ke layar lebar, buku tipis yang sebenarnya merupakan supplement to the Harry Potter series. There was still money to grab dan dengan J. K. Rowling sebagai screenwriter tentu terlalu berlebihan untuk pesimis pada ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’, pertanyaannya adalah seberapa jauh “detours” ini sukses mengekspansi Wizarding World itu? It’s ‘Before Harry Potter’.
Showing posts with label Johnny Depp. Show all posts
Showing posts with label Johnny Depp. Show all posts
Review: Alice Through the Looking Glass (2016)
"I will help my friends, no matter what."
Di tahun 2010 Tim Burton menciptakan versinya dari
kisah klasik karya Lewis Carroll yang
telah berulang kali diadaptasi ke dalam bentuk hiburan visual, Alice in Wonderland, sebuah petualangan
fantasi dengan presentasi visual dan kostum yang begitu memikat meskipun terasa
"biasa" di bagian cerita. Menghasilkan lebih dari $1 Milyar yang
sempat membawanya menempati peringkat kelima highest-grossing film of all time kehadiran sekuel bukan merupakan
sebuah kejutan. Pertanyaannya kembali sama, apakah ini mampu mengulangi
kesuksesan sembari memperbaiki minus yang dihasilkan oleh film pertamanya? Visually enchanting, Alice Through the
Looking Glass is a needless sequel, a tasteless candy.
Review: Mortdecai (2015)
"It made me feel dirty."
Ketika ia baru saja
berakhir yang pertama terlintas di pikiran saya justru bukanlah apa saja
hal-hal positif dan juga negatif yang dimiliki oleh Mortdecai secara garis besar, yang sesungguhnya dapat ditemukan
dengan sangat mudah. Hal lain yang mengganggu pikiran saya adalah bagaimana Mortdecai justru menambah panjang daftar
film milik Johnny Depp dimana ia
memberikan performa yang “menyedihkan”, performa yang akan membuat kamu
terkejut jika mengingat kembali di tahun 2003 hingga 2007 Captain Jack Sparrow pernah tiga kali bertarung di ajang Oscar pada
kategori pemeran utama terbaik. Mortdecai
is nearly awful, it’s all about mustache, about mustache, a lot of trouble.
Review: Into the Woods (2014)
"Anything can happen in the woods."
Into
the Woods ini adalah sebuah film yang mampu menghipnotis
penontonnya. Mengapa? Sejak awal kamu dapat menilai dan merasakan bahwa ia
punya beberapa kelemahan mendasar dari sebuah drama musikal tapi kehadiran
mereka lama-kelamaan bukan semakin terasa mengganggu justru mulia berkurang
secara perlahan karena kecerdikan film ini membawa penontonnya untuk seolah
merasa terlibat di dalam sebuah pertunjukan menyenangkan yang mereka sajikan.
Movie Review: Transcendence (2014)
"Humans are born, not programmed."
Anda pasti pernah mendengar prediksi yang mengatakan
beberapa puluh tahun dari sekarang manusia tidak hanya akan bersaing dengan
sesama manusia, melainkan juga teknologi yang mereka ciptakan. Positif dan
negatif hadir pada obsesi manusia untuk terus bergerak maju, eksplorasi ilmu
pengetahuan yang dapat menciptakan mahakarya namun dapat pula menghadirkan
bencana. Isu tersebut yang dibawa oleh film ini, mempermainkan simbiosis antara
manusia dan teknologi, seolah mengajak penonton untuk berseru “let’s set the
limit.” Transcendence, clever ideas in tangled structure. It should be a love
story.
Movie Review: The Lone Ranger (2013)
Johnny
Depp is Rango. Itu dua tahun lalu, dan kini Depp
terjun langsung ke dalam sebuah petualangan yang juga berlatarkan Amerika
klasik abad 19, masih dengan tingkah anehnya yang kini tampil dengan wajah
berbalut hitam dan putih yang kasar, seekor burung gagak di kepalanya, dengan
seorang pria “pemberani” yang menjadi partnernya. Cukup aneh memang, kenapa
review kali ini harus dibuka dengan membahas seorang Johnny Depp. Ya, dia (satu-satunya) daya tarik dari The Lone Ranger.
Movie Review: Dark Shadows (2012)
Barnabas Collins (Johnny Depp),
dikutuk oleh Angelique Bouchard (Eva Green) menjadi vampire, dan dikubur selama dua ratus tahun. Ditahun 1972, sebuah proyek sedang melakukan penggalian, dan menemukan kembali peti Barnabas. Barnabas berhasil membebaskan diri, memutuskan kembali ke kediamannya,
dan berupaya mengembalikan kejayaan keluarga Collins yang telah direbut Angie.



%2Bposter.jpg)
%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)
+poster.jpg)
