Showing posts with label Laurence Fishburne. Show all posts
Showing posts with label Laurence Fishburne. Show all posts

Review: John Wick: Chapter 2 (2017)


“You think he will stop now?”

Rilis pada bulan Oktober ‘John Wick’ berhasil menjadi salah satu the biggest surprise of the 2014 film year, sebuah sajian action dengan staging yang terasa stylish berlandaskan formula yang sangat sederhana, yaitu aksi balas dendam. Tidak hanya a lot of fun yang hadir pada show of force dari Jonathan tersebut namun juga berbagai surprises yang sama seperti ‘The Raid’ sukses membuat genre action seperti terasa segar kembali. Masalah ternyata belum selesai bagi Mister Wick, ‘John Wick: Chapter 2’ membawanya kembali ke dalam berbagai masalah yang seolah menjadi escalation dan transisi bagi franchise. It’s still slick, but how about the surprises?

Review: Passengers (2016)


"It’s the greatest migration of human history."

Sejak tahun 2005 setiap tahun terdapat sebuah annual survey bernama The Black List berisikan daftar screenplay “most liked” yang belum diproduksi. Banyak di antara mereka yang berakhir menjadi film layar lebar, dua tahun yang lalu contohnya adalah John Wick, Me and Earl and the Dying Girl, dan Whiplash, sementara tahun lalu contohnya adalah The Revenant dan Spotlight. Bersama nama beken seperti Arrival, Hell or High Water, Manchester by the Sea, dan Jackie, film ini, sebuah romance berjudul Passengers, juga menjadi bagian dari The Black List. Tapi fakta menariknya adalah Passengers merupakan bagian dari Black List tahun 2007. Itu hampir satu dekade yang lalu. Mengapa sangat lama? Film ini berhasil menjadi jawaban yang efektif. It’s like ‘Titanic’ meets ‘Gravity’ in an imitation game.

Review: Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)


"Tell me. Do you bleed?"

Warner Bros. (akhirnya) memulai shared fictional universe DC Extended Universe di tahun 2013 lewat film Superman dengan judul Man of Steel, sedangkan kompetitor mereka, You-Know-Who, memulai “dunia” milik mereka di tahun 2008 dan tahun ini akan merilis film yang ke-14. DC mencoba mengejar dengan menjadikan film ini sebagai reboot Batman, sekuel Superman, perkenalan musuh besar, dan perkenalan superhero baru. Usaha yang ingin “cepat” tadi memang menghasilkan presentasi yang terasa jam-packed namun di sisi lain Batman v Superman: Dawn of Justice berhasil mencapai tujuan utama mereka: menjadi sebuah kata pengantar yang oke bagi DC Extended Universe. The greatest gladiator match in the history of the world?