Showing posts with label Maika Monroe. Show all posts
Showing posts with label Maika Monroe. Show all posts

Movie Review: Watcher (2022)

“I just had a sense that someone was always behind me, even when I was alone.”

Firasat adalah keadaan yang dirasakan atau diketahui akan terjadi sesudah melihat gelagat, biasanya akan mendapat pengaruh dari pola tingkah laku serta dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan insting. Firasat maupun insting tentu belum pasti akan terjadi, namun jika tidak mampu ditata dengan baik maka berpotensi menimbulkan masalah, terutama bagi mental dan psikologis. Contohnya seperti ketika kamu merasa ada yang sedang mengamatimu dari jauh, membuatmu merasa tidak nyaman hingga terancam, meski di sisi lain kamu belum tahu apakah memang niatnya jahat atau tidak, bahkan apa memang benar ada yang sedang mengamatimu dari jauh? ‘Watcher’: a psychological thriller that understands the nature of the horror-thriller.


Movie Review: Villains (2019)


“The two of us are all that’s real in the whole world.”

Selalu ada bad day bagi setiap orang, hari di mana segala macam rencana yang telah mereka susun justru tidak berakhir baik atau sesuai dengan apa yang mereka inginkan namun justru membawa mereka masuk ke dalam satu, dua, dan hingga berbagai masalah atau bahkan mungkin bencana. Itu adalah pondasi film ini, membawa beberapa isu yang menarik dengan menggunakan kisah tentang dua orang jahat yang bertemu dengan dua orang buruk. ‘Villains’ : a good disposable horror comedy film.

Movie Review: Independence Day: Resurgence [2016]


“We’re gonna kick some serious alien ass.”

Begitu mudah untuk memasukkan Independence Day ke dalam list disaster film favorit, sebuah sci-fi yang tidak hanya sekedar mampu menjadi sajian yang cukup intens dan fun dibalik kekurangan yang ia miliki saja tapi berhasil menjadi one to be remembered kinda movie. Sudah 20 tahun tertidur dengan lelap kini kita coba dibawa kembali bertemu dengan “bencana” yang serupa namun tidak sama, babak kedua yang kembali mencoba mempertemukan manusia dan alien dalam sebuah pertarungan penuh kehancuran skala besar. Siapa yang akan menjadi pemenang bukan pertanyaan paling menarik dari film ini namun apakah ia mampu menyamai atau bahkan menjadi kemasan action sci-fi yang lebih baik dari pendahulunya? A dreadful waffle, Independence Day: Resurgence is a war without a wow.

Review: The 5th Wave [2016]


Mari sambut satu lagi film young adult bertemakan bencana dunia yang mencoba peruntungannya untuk menembus pasar yang dapat dikatakan kini kembali sengit setelah di tinggal pergi oleh jagoannya, The Hunger Games. Haha, apakah kamu belum lelah? Jika belum silahkan coba film yang mengusung gelombang serangan dari alien sebagai materi utamanya ini, but warning, The 5th Wave is a “mean” adventure with member of Mean Girls, sebuah film bencana yang terlalu lembut.

Review: It Follows (2015)


“It could look like someone you know, or it could be a stranger in a crowd, whatever helps it get close to you.”

Hype itu sebenarnya sebuah kata yang manis tapi juga pahit dalam movie experience dan dampak yang ia hasilkan kerap begitu besar terutama pada genre horror dimana range antara ekspektasi dan hasil dilapangan yang tercipta dapat dengan mudah tampil begitu ekstrim. Contohnya seperti Insidious, dan saya juga semakin waspada apakah Sinister 2 dapat mencapai level yang sama dengan pendahulunya. Horor Indie berjudul "It Follows" ini juga punya potensi besar untuk membuat kamu terjebak kedalam hype, they even called it “one of the most striking American horror films in years.” Apakah itu benar? Absolutely yes. It Follows is one of the “sweetest” horror in a decade who can still be delicious one maybe even two or more decades from now. This thing, it's going to follow you!!