Di
awal debutnya lewat film ‘Lock, Stock and
Two Smoking Barrels’ sutradara Guy
Ritchie mencuri perhatian dengan “style”
yang ia tampilkan, menaruh crime sebagai genre utama lalu membekali
karakter-karakter menarik dengan dialog cepat dan black humor. Sejak 2009 yang lalu ia sedikit “bergeser” dengan
menyutradarai film-film seperti Sherlock
Holmes, The Man from U.N.C.L.E., hingga yang terbaru Aladdin. Kini Guy Ritchie kembali, menghadirkan crime comedy yang mengingatkan penonton
pada film-filmnya dahulu. ‘The Gentlemen’
: when Guy Ritchie did Guy Ritchie.
Showing posts with label Matthew McConaughey. Show all posts
Showing posts with label Matthew McConaughey. Show all posts
Movie Review: Sing [2016]
Pada film kedua mereka di tahun ini Illumination Entertainment kembali bermain dengan formula andalan mereka, yang jika meminjam salah satu kalimat dari Agnes di 'Despicable Me' Illumination Entertainment selalu berusaha agar animasi yang mereka produksi terasa so fluffy. Being a bit complex bukan ciri khas Illumination Entertainment, sama seperti para minions mengandalkan segala kekonyolan klasik a la Looney Tunes seperti menjadi hal paling penting di dalam buku pedoman Illumination Entertainment yang harus para sutradara mereka baca. Hal tersebut kembali dilakukan oleh film ini, Sing, kombinasi antara talking animals bersama talent show. Playing like citizens of Zootopia doing a karaoke it feels like The Voice rather than Idol.
Review: Kubo and the Two Strings (2016)
“If you must blink, do
it now.”
Sejak ikut ambil bagian
di feature film 'Corpse Bride' sebelas tahun yang lalu Laika konsisten menghasilkan animasi yang mampu meninggalkan kesan
“unik” yang membedakan mereka dari para kompetitor, menjaga tradisi stop-motion dan memadukannya dengan
kecanggihan animasi untuk menciptakan sebuah family movie yang “halus” sebagai entertainment yang mampu menghibur berbagai golongan usia meskipun
tema yang mature menjadi bagian di dalam cerita. Karya terbaru mereka, ‘Kubo and the Two Strings’, mencoba
melakukan hal yang sama dan kali ini dengan mencampur budaya Jepang ke dalam sebuah petualangan
berlandaskan magic. When ‘Kung Fu Panda’ meets Hayao Miyazaki,
‘Kubo and the Two Strings’ is one of the best animated films this year. Beware
'Zootopia'!
Review: Free State Of Jones (2016)
“I’m gonna die so they
can get rich.”
Satu dari sekian banyak
hal positif yang dimiliki oleh sebuah film adalah kemampuannya “menginspirasi”
penontonnya. Ketika awal mengenal film saya juga merasa janggal dengan kata
tersebut tapi seiring berjalannya waktu kemudian sadar bahwa ada tipe film yang
membawa isu dan pesan yang menarik dengan after impact yang tidak kecil. Film
tipe seperti itu memiliki dua kelas, pada akhirnya mampu menginspirasi atau
hanya menjadi sebuah kelas dengan presentasi penuh “ceramah” yang kurang dan
bahkan tidak menginspirasi. From the
director of ‘The Hunger Games’ here comes ‘Free State of Jones’, a palpable but
pale war drama. Alright alright alright?
Review: Interstellar (2014)
"Mankind was born on Earth. It was never meant to die here."
Ketika perjalanan
hampir tiga jam itu selesai dan sedang melangkah keluar studio ada satu hal yang
terlintas dipikiran saya, apakah apa yang baru saja saya saksikan ini sama
dengan rekan dan banyak penonton yang mengatakan Interstellar
sebagai sebuah petualangan luar angkasa yang luar biasa di semua sektor? Dari
visual memang iya, salah satu yang terbaik di tahun ini malah, tapi tidak pada
permainan teori bahkan drama penuh emosi itu yang katanya sampai menghasilkan
linangan air mata. Apakah saya terdampar di galaksi lain sehingga merasakan
ini sebagai perjuangan yang cukup datar, terlebih dengan standard dari seorang Christopher Nolan?
Movie Review: The Wolf of Wall Street (2013)
"Opportunity Is everything."
People create their own problems. Ya, berawal
dari mimpi, kemudian hadir ambisi, disusul dengan nafsu untuk menjadi lebih
besar dan lebih baik, kombinasi tiga hal yang berasal dari diri kita sendiri
tersebut yang kemudian dapat menciptakan masalah apabila kita tidak mampu
mengendalikan diri dengan baik. Hal tersebut digunakan oleh Martin Scorsese
dalam karya terbarunya yang solid, liar, dan gila ini, The Wolf of Wall Street, a sweet over the top hedonism explosion. This is obscene.
Movie Review: Dallas Buyers Club (2013)
"You need to enjoy your life, you only got one."
Jika anda dinyatakan secara medis telah mengidap suatu
penyakit dan hanya punya waktu selama 30 hari untuk menikmati kehidupan, apa
yang akan anda lakukan? Banyak yang mungkin akan memilih melakukan apa yang
selama ini belum pernah mereka lakukan, ketimbang mencari jalan lain yang
kemungkinan besar juga akan berakhir dengan kegagalan. Film ini akan
menggambarkan sikap yang kedua, upaya pantang menyerah yang inspiratif, Dallas Buyers Club.
Movie Review: Mud (2012)
What
is love? Sebuah pertanyaan sederhana namun punya tingkat
kesulitan yang cukup tinggi, sulit untuk dijabarkan, dan tidak mudah untuk dimengerti.
Apakah cinta harus saling memiliki, meskipun harus terus diwarnai permasalahan?
Apakah cinta sebenarnya tidak harus memiliki, cukup dengan melihat sosok yang
anda cintai merasakan bahagia? Mud, two
young boys, a bounty hunters, seeking for the meaning of love.
Movie Review: Magic Mike (2012)
Adam (Alex Pettyfer), pindah ke
Tampa, Florida, untuk tinggal bersama kakaknya Brooke (Cody Horn). Celakanya ia
bertemu Mike (Channing Tatum), yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi, dan
merangkap seorang stripper. Adam berkunjung ke klub tempat Mike bekerja. Suatu
ketika, salah satu stripper mengalami kecelakaan, yang menyebabkan tersendatnya
show yang sedang bergulir. Dallas (Matthew McConaughey), pemilik klub,
mengambil keputusan dadakan, yang pada akhirnya memberikan dampak positif pada
klub mereka, yaitu meminta Adam mengisi bagian yang ditinggal tersebut.
Movie Review: Bernie (2011)
Bernie (Jack Black), seorang ahli dalam hal yang terkait dengan pemakaman, terkenal akan sikap ramah-nya kepada semua orang. Dia bisa melakukan segala hal yg berhubungan dgn pemakaman, dari mendandani jenazah, menjual peti mati, hingga menyanyi di acara pemakaman. He can make everybody look beautiful. Perawakan Bernie yang jauh dari kesan negatif, ditambah aktifnya Bernie di kegiatan gereja, menjadikan Bernie sosok favorit bagi masyarakat Carthage, Texas. Namun itu semua berubah dikarenakan satu peristiwa besar.





%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)
+poster.jpg)
+poster.jpg)

