Showing posts with label Penélope Cruz. Show all posts
Showing posts with label Penélope Cruz. Show all posts

Movie Review: Official Competition (2021)

“We're going to make a f**king great film.”

Tahukah kamu bahwa scene paling populer di ‘Basic Instinct’ ternyata direkam tanpa knowledge dari sang Aktris, Sharon Stone, yang merasa ditipu oleh Paul Verhoeven, hal yang kemudian dibantah oleh sang Sutradara. Aktor berkelahi dengan Sutradara, atau dengan sesama Aktor, atau Sutradara yang justru bersitegang dengan para crew memang bukan hal baru pada proses produksi sebuah film, karena film sendiri pada dasarnya merupakan sebuah kumpulan ide yang lantas berkombinasi setelah saling mencocokkan satu sama lain. Itu mengapa dibutuhkan tahap persiapan yang sangat matang baik dari sisi teknis hingga tentu saja para Aktor yang akan menjalani proses rehearsal terlebih dahulu. Apa jadinya jika proses development sebuah film sudah dilanda banyak masalah? ‘Official Competition (Competencia oficial)’: a clever look at the vanity in the film business.


Movie Review: Parallel Mothers (2021)

"I don't think she's my daughter."

Segala sesuatu yang parallel itu pasti tidak berpotongan di sembarang titik satu sama lain. Dua garis paralel misalnya, mereka sejajar dan lurus sebidang, begitupula dengan kurva paralel yang tidak saling bersentuhan dan memiliki jarak minimum yang tetap. Konsep tersebut digunakan menjadi basis di film terbarunya ini di mana ia masih bermain dengan beberapa isu favoritnya, yakni wanita, kali ini motherhood and female solidarity, namun bukan film Pedro Almodóvar namanya jika ia tampil "sopan", kembali sebuah melodrama tapi juga kembali berisikan empat subjects kesukaannya: desire, passion, family, and identity film ini menarikmu, mengikatmu, dan membuatmu berteman dengan ketegangan. ‘Parallel Mothers’: search for love with mommy issues.  


Review: The Brothers Grimsby [2016]


"One secret agent, one complete idiot."

Dari menjadi Ali G seorang pemimpin wannabe gangsters, lalu menjadi reporter asal Kazakhstan di Borat (yang memberinya nominasi screenplay Oscars), lalu menjadi seorang fashion reporter di Bruno, hingga mengambil inspirasi dari beberapa pemimpin diktator dan kemudian menjadi penguasa negeri ciptaannya sendiri Republic of Wadiya di The Dictator, Sacha Baron Cohen seperti belum lelah untuk kembali menyapa penonton dalam tampilan yang “unik” tentu saja dengan rasa komik yang kental. The Brothers Grimsby kembali mencoba membawa Sacha Baron Cohen lengkap dengan formula andalannya, namun apakah itu berhasil bekerja dengan baik karena konsep The Brothers Grimsby ternyata sedikit berbeda dari film-film Sacha Baron Cohen tadi.

Review: Zoolander 2 (2016)


"You and SpongeBob were my biggest influence ever!"

Berawal dari sinopsis yang terhitung berani dengan menggabungkan Perdana Menteri Malaysia, fashion, dan usaha pembunuhan menjadi satu Zoolander berhasil menjadi sebuah dumb and satire comedies yang menghibur, dan Derek Zoolander berhasil menjadi karakter komedi dengan gaya yang ikonik. Sadar akan keunggulan yang telah dihasilkan oleh pendahulunya itu masih di bawah kendali Ben Stiller dengan tumpukan cameo dari Katy Perry, Justin Bieber, Ariana Grande, Skrillex, Lewis Hamilton, Olivia Munn, Naomi Campbell, Susan Sarandon, hingga Susan Boyle, Zoolander 2 mencoba untuk melakukan hal serupa tapi tak sama. Ya, serupa tapi tak sama.

Movie Review: The Counselor (2013)


Ada dua tipe pada penjual. Pertama adalah mereka yang tidak peduli dengan hal-hal minor seperti contohnya costumer service dan hanya fokus pada tujuan utama agar barang mereka terjual, dan selesai. Namun ada pula penjual yang tahu bagaimana memperlakukan pembelinya dengan cara menghadirkan hal-hal menarik sehingga pembeli menikmati proses serta apa yang mereka jual. The Counselor adalah contoh dari tipe pertama, sebuah kemasan berantakan yang sangat mengecewakan, a big flop.

Movie Review: To Rome with Love (2012)


Kesempatan terkadang hanya datang sekali, dan perlu sebuah keberanian yang besar untuk memutuskan apakah anda akan melakukannya, atau tidak. Jelas akan timbul rasa ragu dalam prosesnya, karena opsi gagal tentu saja akan tetap hadir. Itu yang coba diangkat oleh Woody Allen dalam film ini, dengan latar kota Roma yang romantis, dan dibumbui banyak konflik, membawa anda menyaksikan petualangan cinta yang berlandaskan rasa percaya.

Movie Review: Vicky Cristina Barcelona & Two Lovers




Vicky Cristina Barcelona (2008)

Film arahan Woody Allen ini bercerita tentang dua sahabat, Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson) yang menghabiskan liburan di kediaman orang tua Vicky, Mark (Kevin Dunn) dan Judy (Patricia Clarkson) di Barcelona. Vicky adalah wanita yang sangat tertarik dengan seni, sedangkan Cristina di bidang fotografi. Ketika menyaksikan pameran lukisan, muncul seorang pria berbaju merah yang menarik perhatian mereka, Juan Antonio (Javier Bardem). Pria inilah yang membawa Vicky dan Cristina “berpetualang” di masa liburan mereka.