18 May 2012

Movie Review: Vicky Cristina Barcelona & Two Lovers




Vicky Cristina Barcelona (2008)

Film arahan Woody Allen ini bercerita tentang dua sahabat, Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson) yang menghabiskan liburan di kediaman orang tua Vicky, Mark (Kevin Dunn) dan Judy (Patricia Clarkson) di Barcelona. Vicky adalah wanita yang sangat tertarik dengan seni, sedangkan Cristina di bidang fotografi. Ketika menyaksikan pameran lukisan, muncul seorang pria berbaju merah yang menarik perhatian mereka, Juan Antonio (Javier Bardem). Pria inilah yang membawa Vicky dan Cristina “berpetualang” di masa liburan mereka.



Vicky sendiri sudah memiliki tunangan bernama Doug (Chris Messina), yang tidak ikut bersama mereka dan tinggal di New York. Ini yang menjadikan Vicky pada mulanya berkomitmen dengan tujuan awalnya ke Barcelona, mempelajari seni. Lain halnya dengan Cristina, yang single, dan masih berada dalam proses mencari cintanya. Sosok Juan yang seolah memiliki daya tarik sendiri, berhasil menggoda Cristina. Namun sayangnya Juan masih menyimpan cinta kepada mantan istrinya, Maria Elena (Penélope Cruz) yang sempat bertengkar hebat dengannya. Terciptalah kisah asmara segitiga, mungkin segiempat.

Arahan Woody Allen di film ini terasa sangat manis, menyatu dengan keindahan arsitektur kota Barcelona. Begitu pula dengan naskah yang ia ciptakan, sangat mengalir dan tidak kaku. Keputusan Woody untuk memberikan porsi lebih untuk dialog dengan bahasa spanyol sangat membantu, pemain bebas berekpresi, sehingga menghidupkan film ini. Para pemeran juga bermain sangat-sangat apik, terutama empat tokoh utama cerita, Javier Bardem, Rebecca Hall, Scarlett Johansson dan Penélope Cruz. Karakter Juan, pelukis dengan daya tarik yang luar biasa, diperankan dengan baik oleh Javier. Sementara Vicky dihidupkan oleh Rebecca Hall, wanita dengan pendirian kuat, yang pada akhirnya runtuh ketika tertekan dengan perasaannya. Cristina, wanita yang sangat berani, tampak pada diri Scarlett. Dan yang terakhir, Maria Elena, yang sepanjang film mayoritas berdialog dengan bahasa spanyol, tampak sangat sangat nyata.


Alur cerita film ini sangat baik, tidak stuck di satu bagian, dan tercipta keterkaitan antar cerita yang bagus. Tidak membosankan, meskipun label film  adalah drama dan romance. Ini mungkin didukung oleh dialog yang hidup antar pemain, yang pada akhirnya mendukung kesuksesan mereka dalam memerankan karakter masing-masing. Yang paling menonjol tentu saja Penelope Cruz, karakter seksi dengan emosi tinggi, berhasil dia mainkan dengan baik. Saya rasa gelar Oscar yang Cruz dapatkan melalui film ini sangat sangat layak. Keseimbangan antara situasi ketika para pemain emosi, tertekan, bimbang, bahkan ketika sedang dimabuk asmara sangat pas, tidak berlebihan.

Overall, tentu saja film ini baik. Dengan Woody Allen yang berada di kendali utama saja itu sudah menambah nilai plus, apalagi ketika melihat para pemainnya. Cerita yang kuat, menciptakan kisah cinta yang elegan, sikap yang dewasa, dan tidak cengeng. Di tambah dengan adanya narrator, menjadikan cerita sangat mengalir, dan tensi film tetap stabil, sehingga jauh dari kesan membosankan. Ending film juga sangat bagus, dimana semua berakhir bahagia meskipun sempat tercipta cinta segitiga (mungkin segiempat). :)

Score: 7,8/10



Two Lovers (2008)

Leonard Kraditor (Joaquin Phoenix), pria muda yang ditinggal oleh tunangannya, bekerja di tempat laundry yang dikelola oleh ayahnya. Leonard tinggal di apartemen bersama kedua orangtuanya Reuben Kraditor (Moni Moshonov) dan Ruth Kraditor (Isabella Rossellini). Untuk menyelesaikan “problem” yang Leonard hadapi, keluarganya menjodohkan dia dengan Sandra (Vinessa Shaw), anak perempuan teman orang tuanya. Namun, ketika hubungan mereka baru berada di tahap awal, muncul Michelle (Gwyneth Paltrow), yang berhasil mengikat Leonard.


Michelle, wanita cantik berambut pirang, tinggal di sebelah apartemen Leonard. Ini membuat mereka dapat saling melihat satu sama lain. Michelle sebenarnya sudah memiliki pacar, Ronald Blatt (Elias Koteas), yang celakanya sudah memiliki istri dan anak. Hal ini yang menyebabkan Michelle tertekan, dan sempat ragu. Michelle meminta bantuan kepada Leonard, untuk menilai apakah Ronald layak untuknya. Merasa diberi sinyal, Leonard terus mencari perhatian Michelle, yang pada akhirnya runtuh ketika Leonard mengetahui bahwa Michelle menganggap dia sebagai abangnya. Leonard kembali ke Sandra, berhasil meyakinkan orang tua dari kedua belah pihak. Ini berefek positif, dengan berjalannya rencana merger kedua perusahaan orang tua mereka. Namun cinta itu buta, Leonard tetap tergila-gila pada Michelle. Mereka berdua memutuskan kabur dari New York.

Film arahan James Gray ini memilki premis yang sangat sederhana. Namun dibalik durasi lebih dari 90 menit, Two Lovers menciptakan perasaan yang sangat mendalam. Ini mungkin didukung cerita utama yang banyak kita temui di masyarakat era modern seperti sekarang ini. Menggunakan cinta untuk meraih kesuksesan dalam bisnis, perselingkuhan, hingga cinta tulus yang hanya sekedar dimanfaatkan. Joaquin Phoenix merupakan tokoh utama yang menjadikan film ini sangat berkesan. Aktingnya sebagai pria yang sedang tertekan, yang secara tiba-tiba sangat menggilai seorang wanita, sempat putus asa dan bangkit kembali, hidup di sosok Joaquin. Sangat baik menurut saya. Pemain lain seperti Gwyneth Paltrow dan Vinessa Shaw juga bermain baik.


Overall, Two Lovers berhasil menyajikan kisah perjuangan cinta seorang pria yang bangkit dari keterpurukannya. Meskipun terasa lambat, ditambah durasinya yang sangat panjang, namun anehnya tidak membosankan. Ini dikarenakan ketiga tokoh utama berhasil memanfaatkan waktu yang diberikan untuk membangun cerita dari tokoh yang mereka mainkan. Premis yang mudah kita temui di kehidupan sehari-hari berhasil diolah oleh James Gray, menjadikannya tegas dan tidak terlalu mellow. Performa yang sangat baik dari Joaquin Phoenix sangat membantu film ini yang berhasil meninggalkan kesan yang sangat mendalam.

Score: 8/10

0 komentar :

Post a Comment