Showing posts with label Rob Corddry. Show all posts
Showing posts with label Rob Corddry. Show all posts

Review: Hot Tub Time Machine 2 (2015)


"The laws of space and time are about to be violated."

Salah satu hal paling sulit jika berbicara tentang industry film adalah menemukan sekuel dari sebuah film komedi yang berhasil tampil sama baik dan sama menariknya seperti film terdahulunya. Bukan berarti tidak ada yang berhasil meneruskan kesuksesan film pertama contohnya seperti 22 Jump Street, tapi mayoritas dari mereka justru memberikan kualitas yang tidak lebih baik bahkan tidak sedikit yang justru merusak kenangan indah penonton dengan film pendahulunya, seperti Horrible Bosses 2, Anchorman 2, bahkan Grown Ups 2. Hot Tub Time Machine adalah komedi yang menyenangkan, sedangkan Hot Tub Time Machine 2 merupakan komedi yang mengerikan. John Cusack, we miss you.

Review: Sex Tape (2014)


"They did everything but delete it."

Kalau ada pertarungan judul film paling bankable di tahun 2014, film ini pasti berada barisan terdepan. Ya, you know what I mean, seks selalu menjadi jualan yang menjanjikan bagi insan perfilman untuk menarik jumlah penonton dan meraih keuntungan yang besar. Sex Tape punya itu, terlebih dengan hadirnya kombinasi Jason Segel bersama Nicholas Stoller di cerita, serta nama Cameron Diaz sebagai duet utamanya. Bagaimana dengan hasilnya? Blah. 

Movie Review: In a World... (2013)


"Winning isn't everything. Family is." 

Apakah anda merupakan tipe penonton yang selalu mencoba mencari tahu informasi dari calon film yang kelak akan anda tonton? Banyak cara, salah satu yang termudah dan paling simple adalah melalui trailer, sebuah klip yang sesungguhnya punya peran penting untuk menarik minat para calon penontonnya lewat penjabaran singkat film tersebut. Film ini mencoba menggambarkan peran artis sulih suara dibalik trailer sebuah film, sebuah penghormatan kepada Don LaFontaine, komedi indie yang santai dan cerdas, In a World...

Movie Review: The Way Way Back (2013)


“You’ve got to go your own way.”

Tentu ada alasan dibalik banyak pernyataan yang mengatakan bahwa setiap manusia pada level usia berapapun itu punya arti bagi orang lain disekitarnya. Orang dewasa menjadi patokan para remaja untuk bertumbuh, sedangkan remaja menjadi objek yang menjadi alarm bagi kaum dewasa untuk mempertahankan kualitas kedewasaan mereka. Ya, itu siklus yang berlandaskan pemahaman untuk terus membawa setiap manusia bertumbuh. Secara sederhana dan efektif itu coba digambarkan oleh The Way Way Back, coming-of-age dengan kombinasi putih dan hitam yang memikat, bersinar sejak awal hingga akhir.

Movie Review: Warm Bodies (2013)


Lebih dari satu dan setengah dekade yang lalu, Romeo dan Juliet hadir membawakan kisah cinta yang terhalang oleh hubungan kurang harmonis yang dimiliki oleh kedua keluarga mereka. Namun zaman sudah berubah ke era yang jauh lebih modern, dimana hal-hal klasik seperti itu akan cukup sulit untuk dapat “mempermainkan” perasaan penontonnya agar dapat terpenjara dalam kisah mereka. Terobosan baru itu muncul, kali ini Juliet tetap sebagai seorang manusia, namun Romeo adalah seorang zombie.