Showing posts with label Sigourney Weaver. Show all posts
Showing posts with label Sigourney Weaver. Show all posts

Movie Review: Ghostbusters: Afterlife (2021)

“Take a little advice. Don't go chasing ghosts.”

Fungsi film ini mengingatkan saya pada Star Wars: Episode VII - The Force Awakens yang kala itu hadir membuka kisah baru setelah ‘Prequel trilogy’ dianggap kurang mampu menyamai kualitas ‘Original trilogy’. ‘Ghostbusters II’ tentu saja sangat jauh dari kata buruk tapi jelas ada penurunan kualitas dibandingkan dengan film pertama yang tidak hanya sukses di box office saja tapi juga mendapat pujian dari penonton serta kritikus, perpaduan komedi, aksi, dan horor yang berhasil menjadi cultural phenomenon sampai saat ini. Bringing back a popular franchise jelas bukan sebuah pekerjaan mudah dan film ini memberanikan diri to travel back in time and connect directly to the originals serta “melanjutkan” kisah yang dimulai oleh tiga Professor doyan hantu itu. ‘Ghostbusters: Afterlife’: timeless classics updated and handover.


Movie Review: A Monster Calls (2016)


"He called…for a monster."

Salah satu dari sekian banyak alasan mengapa hidup ini indah adalah karena kehidupan merupakan sebuah petualangan penuh warna, tidak sebatas hitam dan putih ia memiliki berbagai misteri dan tentu saja kejutan, terkadang itu menyenangkan namun tidak sedikit pula yang terasa menyakitkan. Selalu ada hal-hal yang menjadi “bumbu” di dalam kehidupan setiap manusia, dari yang positif, negatif, maupun yang terdapat di antara dua hal tersebut, mereka merupakan sesuatu yang harus setiap manusia hadapi dan lalui untuk dapat merasakan hal tadi, sebuah kehidupan yang indah. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini dalam perpaduan kisah coming-of-age, family, dan juga fantasy. A Monster Calls: a fantasy where glossy and gloomy coexist.

Review: Finding Dory [2016]


"I have to find my family."

Semenjak kemunculan fitur pertama mereka ‘Toy Story’ pada tahun 1995 Pixar Animation Studios perlahan namun pasti tumbuh besar dan kini menjadi one-to-beat di genre animasi. Karya Pixar mayoritas selalu sukses menciptakan impresi yang sangat kuat di standar yang tinggi dan itu memberi tugas yang berat bagi “penerus” atau sekuel di mana sejauh ini tidak semua dari mereka berhasil tampil di level pendahulunya. Banyak kalimat positif yang dapat digunakan untuk menggambarkannya dan jika disimpulkan pada satu kalimat sederhana: Finding Nemo merupakan salah satu film animasi anak-anak yang paling dicintai sepanjang masa. Apakah penerusnya ini berada di level yang sama tingginya? Finding Dory is another good animation from Pixar.

Movie Review: Chappie (2015)


"You’re my maker. Why did you make me so I could die?"

Sebuah kalimat klasik mengatakan bahwa mempertahankan sesuatu yang telah berhasil anda dapatkan akan selalu lebih sulit ketimbang perjuangan ketika anda sedang berupaya untuk meraihnya. Hal tersebut yang kini sedang dialami oleh Neill Blomkamp ketika enam tahun lalu pria asal Afrika Selatan itu berhasil mencuri perhatian skala besar lewat District 9 (empat nominasi Oscars) yang merupakan debut feature film Blomkamp, namun empat tahun kemudian kualitasnya mulai dipertanyakan ketika Elysium hanya sebatas menjadi sebuah sci-fi standard yang kurang dinamis. So, bagaimana dengan film ketiganya ini? Chappie: charming and pall pandemonium pie.

Review: Exodus: Gods and Kings (2014)


"Once brothers, now enemies."

Ia memang punya Alien dan Gladiator di daftar filmography, tapi karya-karya Ridley Scott selalu hit or miss bagi saya dalam jumlah yang berimbang, bahkan bukan hanya ketika ia menjadi sutradara hal yang sama juga terjadi ketika ia menjadi produser. Masih membekas di ingatan bagaimana Robin Hood jatuh datar empat tahun lalu, bahkan tahun lalu dengan cast yang sangat menjanjikan Ridley Scott seperti kehilangan magic miliknya di Prometheus dan menjadikan The Counselor sebagai thriller yang ompong, dan magic itu masih belum kembali di Exodus: Gods and Kings. Lost in Egypt.