30 September 2014

Movie Review: Starred Up (2014)


"We're all different on the inside."

Banyak orang masuk dan terperangkap di dalam suatu masalah bukan disebabkan oleh hal-hal yang berada disekitar mereka, sering kali justru ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan atau mengontrol diri yang membawa mereka masuk kedalam kegelapan tersebut, tidak mampu menerapkan cara positif dan kemudian memilih memberikan respon dengan menggunakan kekerasan dan aksi brutal ketika tekanan yang begitu besar datang menghampiri mereka. Ya, self-management, dan itu diceritakan oleh film ini dengan menggunakan penjara sebagai arena bermainnya. Starred Up, an intense, sharp, and genuine drama.

Ia sedang dituntun masuk kedalam penjara, tapi ekspresi wajah remaja bernama Eric (Jack O'Connell) seperti tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Dari menjalani pemeriksaan awal, hingga melangkah masuk kedalam sel tunggal akibat status bahaya yang ia peroleh, pria berusia sembilan belas tahun ini seolah menunjukkan ia merupakan sebuah bom waktu yang siap membuat ledakan didalam penjara tersebut. Benar saja, hal pertama yang ia lakukan adalah merakit sebuah senjata tajam yang kemudian ia simpan di tempat yang sangat aman, melakukan konfrontasi ketika mengambil makanan, hal yang ia lakukan pula pada penghuni didepan kamarnya.

Namun ada seorang pria yang mampu membuat Eric diam tanpa kata. Dia adalah Neville (Ben Mendelsohn), salah satu penghuni senior di penjara tersebut yang secara mengejutkan punya hubungan erat dengan Eric, dan juga menjadi penyebab mengapa Eric bersedia menghadiri kelas terapi yang dipimpin oleh Oliver (Rupert Friend), sebuah kelompok kecil yang berupaya mengatasi masalah amarah para penghuninya. Alasan yang diberikan oleh Neville sederhana, karena Eric masih muda sehingga ia punya kesempatan yang jauh lebih besar untuk keluar dari penjara tersebut. Tapi Eric bukan dad and mommy boy, he’s a beast.


Starred Up merupakan salah satu film di tahun ini yang berhasil secara berkala memberikan kejutan kepada penontonnya, dengan cara yang nikmat tentu saja. Ketika ia baru saja dimulai apa yang tergambar dipikiran saya pada kisah yang ditulis oleh mantan psikoterapis penjara bernama Jonathan Asser ini adalah sebuah upaya dari pemuda brutal untuk mencari jalan keluar dari penjara. Boom, ia berubah haluan, dan anehnya masuk kedalam sebuah karakter studi dengan tema utama terkait anger management yang hadir dalam sebuah transisi manis di tangan sang sutradara, David Mackenzie. Memang ia tidak memberikan penonton arah yang berbeda lagi pada tahap selanjutnya, namun setelah kita terjebak bersama Eric dalam upaya tadi, ledakan baru kembali muncul, dan itu adalah sebuah drama hubungan antara ayah dan anak yang mampu menyentuh emosi di balik berbagai hantaman dan pukulan itu.

Ini adalah kemasan komplit yang dibalik segala kekerasan yang ia sajikan mampu menebar kelembutan pada cerita yang akan membuat kita jatuh hati padanya. Ada ketegangan yang stabil dan berkualitas, kekacauan juga selalu bersedia hadir ketika ia diperlukan, tapi ada simpati dan empati pada karakter anti-hero yang seolah punya segudang akal ini, dari penggunaan sikat gigi dibagian awal yang dalam seketika langsung menciptakan nada pada cerita, hingga benda sederhana seperti baby oil. Ada kepedihan yang berhasil ia pancarkan pada masalah yang ia hadapi, secara natural membawa kita untuk ikut bermain bersama harapan dan juga paranoia yang menghantuinya, kompleksitas yang mampu untuk konsisten tampil menarik, hal yang kemudian seperti menciptakan ruang bagi elemen disekitarnya untuk masuk dan menjalankan tugas mereka.


Ya, kekuatan utama dari Starred Up adalah pesona dari karakter utama, Eric Love, yang dimainkan dengan sangat baik oleh Jack O'Connell (meskipun tidak begitu mengejutkan jika anda pernah menyaksikan Skins), salah satu performa terbaik di tahun ini, ada intensitas seperti Bronson yang tetap mampu tampil simpatik. Eric adalah alasan mengapa penonton bersedia untuk masuk lebih dalam pada cerita, ia seperti menjadi sutradara yang digunakan oleh David Mackenzie untuk mengatur setting tempat ia akan bermain-main, dari rasa waspada di bagian awal, ada pula isu perpecahan ras yang lahir akibat sikap arogan, rasa curiga pada penjaga penjara (that penis moment, effing lol), ia bahkan mampu menciptakan chemistry heartbreaking terkait father-son relationship yang juga disokong oleh penampilan mumpuni dari Ben Mendelsohn.

Hal menarik tadi yang menjadi alasan mengapa disamping cara berjalan yang klasik itu film ini berhasil tampil memukau, karena ia punya elemen-elemen yang juga tampil memukau didalamnya, berawal dari karakter dan kemudian mulai menyebar kedalam cerita. Bukan hanya itu sebenarnya, alasan lainnya adalah karena Starred Up juga berhasil memberikan dinamika cerita yang mengasyikkan, dan itu di kontrol dengan baik oleh David Mackenzie. Ada kekerasan yang total seolah tidak punya belas kasihan disini, tapi uniknya mereka tidak menghadirkan kesan eksploitatif yang berlebihan, begitupula dengan gambar-gambar segar yang dibalik keterbatasan ruang yang ia hadapi tidak pernah membiarkan penonton merasakan momen statis yang monoton, berhasil menjadikan hal-hal keji seperti pelecehan hingga rasa takut itu ibarat pertarungan api dan air, ia bisa meledak kapan saja dibalik atmosfir dingin yang mendominasi cerita.


Dengan berbagai kelebihan yang disebutkan diatas tidak lantas menandakan bahwa Starred Up merupakan sebuah drama yang berat dan segmented, justru sebaliknya ini merupakan sebuah petualangan sempit yang mampu membuat penonton bersenang-senang dengan cara yang ringan bersama dominasi aksi brutal didalamnya. Memang ada kompleksitas, penuh sesak, tapi mereka sangat mudah diraih dan dirasakan, dan fungsi mereka bukan untuk menyibukkan penontonnya, hanya datang, beri kontribusi positif, dan tinggal. Seperti marathon, selalu ada hal baru yang hadir dan memajukan cerita tanpa pernah merusak irama yang sudah tercipta, ia menakutkan tapi sesekali juga terasa menyedihkan, David Mackenzie sangat piawai dalam mengolah materi yang ia miliki untuk menciptakan drama yang efektif dalam kuantitas dan kualitas yang kuat.


Overall, Starred Up adalah film yang memuaskan. Sebuah kemasan komplit yang membawa penontonnya terus tersenyum ketika mereka berpindah dari satu tahap ke tahap yang lain, kisah tentang remaja tidak terkendali yang dikendalikan dengan baik oleh David Mackenzie, ia keras dan intens tanpa terkesan eksploitatif yang berlebihan, ia menyentuh emosi tanpa dramatisasi yang overdo, ia punya kompleksitas yang berkualitas tanpa menjadikan penonton merasa rumit ketika menikmatinya, dibungkus bersama kualitas akting yang memukau dari Jack O'Connell, so far ini adalah salah satu film paling memikat tahun ini.  






0 komentar :

Post a Comment