Showing posts with label Anton Yelchin. Show all posts
Showing posts with label Anton Yelchin. Show all posts

Movie Review: Star Trek Beyond (2016)


"We will find hope in the impossible."

Di tangan J.J. Abrams ‘Star Trek’ dan ‘Star Trek Into Darkness’ berhasil menjadi sebuah petualangan ruang angkasa yang menyenangkan, namun di sisi lain juga muncul berbagai opini seperti bahwa dua film tersebut merupakan film Star Trek yang terasa “kurang” Star Trek, ibarat pecinta kopi kelas kakap mereka terasa seperti Latte atau Cappuccino, masih kopi yang nikmat tapi kurang nendang. Mencoba mengubah tone cerita dan membawa sutradara empat film The Fast and the Furious untuk mengisi posisi komandan, di mana posisi akhir Star Trek Beyond? A “proper” Star Trek reboot films? Star Trek Beyond: a sweet rock and roll take on Star Trek.    

Review: Green Room (2016)


"This’ll be over soon, gentlemen."

Ketika muncul Blue Ruin berhasil meraih begitu banyak pujian dan menjadikannya sebagai a must-watch thriller, sebuah pendekatan minimalis terhadap isu balas dendam yang kokoh namun liar. Dua tahun kemudian sang sutradara, Jeremy Saulnier, mencoba untuk kembali mengulang kesuksesan tersebut, masih dengan konsep minimalis yang kokoh dan juga liar namun kali ini menghadirkan hal tersebut dalam pertempuran Punk vs Nazi berisikan interogasi terhadap subjek ditemani dengan kekerasan ciri khas semangat film eksplotasi klasik. Mencengkeram sejak awal hingga akhir, Green Room adalah sebuah sajian thriller horror yang tidak “biasa”.

Review: Cymbeline (2015)


“Where is our daughter?”

Membentuk kembali Shakespeare's plays kedalam tampilan baru merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah apalagi ketika ia tidak hanya dibentuk ulang namun diterjemahkan dan di modifikasi kedalam bentuk yang sedikit berbeda. Perlu sensitifitas yang begitu tinggi untuk dapat berhasil melakukan hal tersebut dengan baik, Kenneth Branagh berhasil melakukan itu di Henry V dan Hamlet, Joss Whedon dengan Much Ado About Nothing, serta Ralph Fiennes juga oke membentuk kembali Coriolanus, meskipun disisi lain tidak sedikit pula yang gagal atau kurang berhasil salah satunya play Romeo and Juliet, dan yang terbaru, Cymbeline.

Movie Review: Only Lovers Left Alive (2013)


Apa definisi vampire bagi anda? Makhluk yang tidak termasuk kategori manusia, punya gairah luar biasa dibalik kebutuhan akan darah untuk mempertahankan keabadian yang mereka miliki. Nah, bagaimana jika vampire justru dibentuk dalam cara berbeda dengan sedikit modifikasi kecil, masih mempunyai ketergantungan pada darah serta memiliki gairah luar biasa, namun kesehariannya berisikan kegiatan monoton dengan ekspresi gelap dan lesu. Only Lovers Left Alive, an unique and funny style over substance package about vampire in depression. It make vampire becomes an interesting creature.    

Movie Review: The Smurfs 2 (2013)


"It doesn't matter where you came from. What matters is who you choose to be."

Jika ada pertanyaan film rilisan tahun 2013 mana yang punya trailer paling datar, garing, dan unimpressive, salah satu kandidat terkuatnya adalah The Smurfs 2. Kesempatan singkat itu bukannya digunakan menjadi media untuk menunjukkan potensi dari kualitas yang mereka miliki, trailer The Smurfs 2 justru menjadi sebuah parody show-off yang mencoba memaksa penontonnya untuk tertarik. Hal tersebut juga terjadi ketika ia telah melakukan ekspansi menjadi paket yang lebih besar, a deeply disappointing experiment.