Showing posts with label Diane Lane. Show all posts
Showing posts with label Diane Lane. Show all posts

Review: Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)


"Tell me. Do you bleed?"

Warner Bros. (akhirnya) memulai shared fictional universe DC Extended Universe di tahun 2013 lewat film Superman dengan judul Man of Steel, sedangkan kompetitor mereka, You-Know-Who, memulai “dunia” milik mereka di tahun 2008 dan tahun ini akan merilis film yang ke-14. DC mencoba mengejar dengan menjadikan film ini sebagai reboot Batman, sekuel Superman, perkenalan musuh besar, dan perkenalan superhero baru. Usaha yang ingin “cepat” tadi memang menghasilkan presentasi yang terasa jam-packed namun di sisi lain Batman v Superman: Dawn of Justice berhasil mencapai tujuan utama mereka: menjadi sebuah kata pengantar yang oke bagi DC Extended Universe. The greatest gladiator match in the history of the world?

Review: Trumbo (2015)


"When they tried to silence him, he made the world listen."

Tugas dari sebuah film biografi bagaimana ia secara komprehensif mencoba menceritakan kembali kisah kehidupan seseorang atau setidaknya bagian paling historis atau penting dari kehidupan mereka. Ia tidak boleh hanya sekedar "menghidupkan kembali" tokoh utama tapi ia juga harus membawa penonton masuk kedalam mode mengamati karena mayoritas dari mereka merupakan sebuah character study. Hanya itu? Tidak, karena seberapa kuat dampak yang hasilkan setelah menyaksikan kehidupan tokoh yang ia gambarkan juga punya peran penting. Semua hal itu dilakukan oleh Trumbo dengan aman. 

Movie Review: Inside Out (2015)


"Take her to the moon for me, Joy!"

Salah satu ciri dari sebuah film pada kategori “sangat mengagumkan” adalah ketika telah berakhir ia mampu membuat penontonnya menggumamkan kalimat sederhana: “OMG”, dan itu bukan hanya dikarenakan ending kuat yang ia berikan tapi juga berasal dari sengatan yang penonton rasakan dari presentasi keseluruhan yang menyenangkan, ketika melangkah pergi juga meninggalkan sesuatu yang menarik untuk tinggal dan bermain-main di pikiran penontonnya. Hal tersebut dilakukan oleh Inside Out, sebuah animasi yang mampu meninggalkan penonton dengan perasaan “bahagia” ketika telah selesai menyaksikan sebuah petualangan loveable yang imajinatif. Inside Out: an elegant magic!

Review: Inside Out (2015)


"This film is dedicated to our children. Please don't grow up. Ever."

Cukup sulit untuk menemukan sesuatu yang benar-benar push-you-into-new-level, sesuatu yang mampu membawa apa yang telah eksis untuk kemudian maju atau naik menuju level selanjutnya. Oleh karena itu mari sambut Inside Out, sebuah film animasi dari studio yang mengalami sedikit guncangan pada status one-to-beat dimata para penggemar film setelah menelurkan Toy Story 3 lima tahun yang lalu, sebuah karya yang bukan hanya menjalankan tugasnya menghibur penonton muda dan tua dengan sajian yang kreatif, cerdas, lucu, dan juga indah, namun juga sebuah kemasan ambisius yang imajinatif dan inovatif di penuhi dengan emotional rollercoaster yang akan membuat kamu: smile, silent, and sob. This one, truly, a fantastic delight.  

Movie Review: Man of Steel (2013)


"For some, he was a guardian angel. To others, a ghost who never quite fit in."

Satu hal penting yang seharusnya (dan mungkin telah) diterapkan oleh para penikmat film adalah menetapkan sebuah ekspektasi awal dari film yang hendak mereka tonton, karena hal tersebut adalah kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan yang mereka dapatkan di akhir cerita. Pacific Rim is rorypnm this summer most anticipated movie in sci-fi/fantasy genre. Bagaimana dengan film superhero? Nope. Si manusia besi jilid ketiga sudah membuktikannya. How about Man of Steel, an alien gifted with incredible powers, which people called a Sup...