Showing posts with label Hiroyuki Sanada. Show all posts
Showing posts with label Hiroyuki Sanada. Show all posts

Movie Review: Bullet Train (2022)

“If you don't control your fate, it controls you.”

Berawal dari ‘John Wick’ tahun 2014 yang lalu, David Leitch bersama Chad Stahelski memperkenalkan diri kepada para penikmat film setelah sebelumnya lebih dikenal lewat stuntwork mereka di bawah bendera 87Eleven, action design company yang mereka dirikan bersama dan punya reputasi oke di Hollywood sebagai pakar hand-to-hand combat choreography. Chad Stahelski lanjut menukangi film-film John Wick yang di tahun depan masuk ke jilid empat, sedangkan Leitch mencoba variasi baru dengan berbagai karakter: mengubah Charlize Theron menjadi top-level field agent, ditunjuk sebagai Sutradara ‘Deadpool 2’ dan spin-off Fast & Furious, ‘Hobbs & Shaw’, tahun lalu menjadi Produser film ‘Nobody’, a controlled and composed explosions carnival. ‘Bullet Train’: a roller coaster of infectious and mischievous joy.


Movie Review: Army of the Dead (2021)

“Not zombie-killing material, my ass.”

Film yang bercerita tentang zombie melawan manusia ini disebut sebagai sebuah proyek spesial bagi Zack Snyder karena di sini selain berperan sebagai Sutradara dan Screenwriter dia juga menjadi Cinematographer. Seperti ada misi yang ingin dicapai oleh Snyder, ia ingin hasil tangkapan kamera merupakan apa yang ia inginkan tersaji ke hadapan para penonton, a simple-minded but visually exciting zombie heist film yang dipenuhi dengan tembakan serta ledakan. Are you ready to play? ‘Army of the Dead’ : a medium rare zombie apocalypse.


Review: Mr. Holmes [2015]


"Get it right, before I die."

Film terbaru dari sutradra dua bagian terakhir Twilight ini pada dasarnya memang menggunakan karakter Sherlock Holmes sebagai jualan utamanya, namun ternyata hal lain yang ia jual disamping itu sedikit berbeda dari tipikal hiburan dengan keterkaitan Sherlock Holmes didalamnya. Masih ada misteri, kamu juga masih bertemu dengan detektif, tapi ketimbang memberikan kamu pertanyaan lalu mulai berputar-putar untuk menemukan jawaban, Mr. Holmes dengan kesederhanaan di posisi terdepan justru berhasil menjadi sebuah drama tentang hidup yang terasa hangat dan manis.

Review: Minions [2015]


"Banana! Banana!"

Sesuatu yang salah tentu saja mengharapkan rasa spaghetti di saat kamu sedang menyantap mie yang baru saja kamu rebus satu menit yang lalu tanpa tambahan bahan lainnya. Seperti itu pula yang diharapkan oleh Minions kepada penontonnya, berharap semoga mereka mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari tiga (dan ratusan) pisang dipenuhi interaksi dengan kesan omong kosong ini, karena kamu tidak akan memperoleh nada gelap dari Gru serta materi hangat dari tiga gadis muda dan lucu itu.

Movie Review: 47 Ronin (2013)


Film ini sesungguhnya telah dijadwalkan akan dirilis pada akhir november tahun lalu. Ya, bukan november tahun ini melainkan tahun lalu, didorong sedikit kebelakang menuju awal bulan februari 2013 dengan alasan terkait efek visual, namun kemudian kembali ditunda hingga akhir bulan desember dengan alasan reshoots. Kemungkinannya cuma dua, upaya untuk menjadikannya tampak semakin megah, atau upaya menyelamatkan ia dari jurang kehancuran. 47 Ronin, cukup rapi, stabil, namun monoton dan kurang bernyawa.    

Movie Review: The Wolverine (2013)


"What they did to me, what I am, can't be undone."

Mungkin popularitasnya belakangan ini mulai terusik oleh beberapa superhero yang mampu tampil memikat, namun jika berbicara karakter superhero yang punya karakterisitik yang kuat, serta leadership paling mumpuni dan memikat, jawabnya adalah Wolverine. Bukan tindakan yang salah memberikan kesempatan kedua pada Wolverine, namun yang menjadi pertanyaan adalah apa misi yang diusung oleh Marvel pada The Wolverine, padahal mereka tahu bahwa empat tahun lalu aksi solo Logan tanpa bantuan rekan-rekannya secara penuh tidak berakhir manis.