Showing posts with label Hugh Grant. Show all posts
Showing posts with label Hugh Grant. Show all posts

Movie Review: The Gentlemen (2020)


‘There’s only one rule in this jungle!’

Di awal debutnya lewat film ‘Lock, Stock and Two Smoking Barrels’ sutradara Guy Ritchie mencuri perhatian dengan “style” yang ia tampilkan, menaruh crime sebagai genre utama lalu membekali karakter-karakter menarik dengan dialog cepat dan black humor. Sejak 2009 yang lalu ia sedikit “bergeser” dengan menyutradarai film-film seperti Sherlock Holmes, The Man from U.N.C.L.E., hingga yang terbaru Aladdin. Kini Guy Ritchie kembali, menghadirkan crime comedy yang mengingatkan penonton pada film-filmnya dahulu. ‘The Gentlemen’ : when Guy Ritchie did Guy Ritchie.

Review: Florence Foster Jenkins (2016)


"Music is my life."

Apakah sikap menyerah merupakan sebuah pilihan? Mungkin iya, mungkin tidak, semua tergantung pada seberapa besar dan keras niat serta usaha yang kamu miliki untuk mencapai apa yang kamu inginkan. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini, Florence Foster Jenkins, karya terbaru dari sutradara Dangerous Liaisons, High Fidelity, The Queen, dan Philomena dengan menggunakan sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang kurang paham pada nada dan irama namun ingin menjadi seorang penyanyi. It’s a good enough boat for Meryl Streep to slaying awards season later.

Review: The Man from U.N.C.L.E. (2015)


"And remember, take it like a pussy."

Setelah Kingsman: The Secret Service memberikan petualangan energik yang mempesona penonton dengan aksi “kurang ajar” yang ia miliki, Spy dengan segala kekonyolannya yang mampu memberikan tawa konstan, serta Mission: Impossible – Rogue Nation yang terus mencoba membawa penontonnya ke dalam ketegangan, mari sambut satu lagi film bertemakan mata-mata di tahun 2015 sebelum akhirnya di tutup oleh film James Bond terbaru, Spectre, di akhir tahun nanti. The Man from U.N.C.L.E., punya action dalam visual menyenangkan yang coba ia gabungkan bersama komedi, kombinasi antara James Bond dan Austin Powers yang, tidak buruk.

Review: The Rewrite (2014)


Film terbaru dari penulis Miss Congeniality ini adalah sebuah hiburan yang licik, ia seperti tahu apa saja materi yang dapat ia manfaatkan untuk menarik perhatian penonton, kemudian mempertahankan atensi mereka, semua untuk melindungi berbagai kelemahan yang ia miliki. Hasilnya tidak begitu buruk, ia standard bahkan terasa sangat lunak, tapi at least The Rewrite mampu memberikan sebuah rom-com klise dan klasik yang cukup menghibur di beberapa bagian kecil.