Showing posts with label Ian McShane. Show all posts
Showing posts with label Ian McShane. Show all posts

Review: John Wick: Chapter 2 (2017)


“You think he will stop now?”

Rilis pada bulan Oktober ‘John Wick’ berhasil menjadi salah satu the biggest surprise of the 2014 film year, sebuah sajian action dengan staging yang terasa stylish berlandaskan formula yang sangat sederhana, yaitu aksi balas dendam. Tidak hanya a lot of fun yang hadir pada show of force dari Jonathan tersebut namun juga berbagai surprises yang sama seperti ‘The Raid’ sukses membuat genre action seperti terasa segar kembali. Masalah ternyata belum selesai bagi Mister Wick, ‘John Wick: Chapter 2’ membawanya kembali ke dalam berbagai masalah yang seolah menjadi escalation dan transisi bagi franchise. It’s still slick, but how about the surprises?

Review: The Brothers Grimsby [2016]


"One secret agent, one complete idiot."

Dari menjadi Ali G seorang pemimpin wannabe gangsters, lalu menjadi reporter asal Kazakhstan di Borat (yang memberinya nominasi screenplay Oscars), lalu menjadi seorang fashion reporter di Bruno, hingga mengambil inspirasi dari beberapa pemimpin diktator dan kemudian menjadi penguasa negeri ciptaannya sendiri Republic of Wadiya di The Dictator, Sacha Baron Cohen seperti belum lelah untuk kembali menyapa penonton dalam tampilan yang “unik” tentu saja dengan rasa komik yang kental. The Brothers Grimsby kembali mencoba membawa Sacha Baron Cohen lengkap dengan formula andalannya, namun apakah itu berhasil bekerja dengan baik karena konsep The Brothers Grimsby ternyata sedikit berbeda dari film-film Sacha Baron Cohen tadi.

Movie Review: John Wick (2014)


"Everything has a price."

Jika anda pernah merasakan kesedihan yang teramat dalam, anda pasti akan tahu bagaimana rasa kesal ketika disaat yang sama hadir masalah baru yang mencoba menganggu. Biasanya ledakan yang akan muncul pada situasi tersebut akan dua, tiga, empat, bahkan n kali lebih besar dari amarah normal anda. Konsep tersebut yang digunakan film ini untuk memberikan salah satu hiburan action terbaik tahun ini, John Wick: don't mess with “siCK” people, especially if he’s a WIzard.

Review: John Wick (2014)


"Don't set him off."

Saya suka dengan film yang bekerja seperti John Wick, ia seperti membuat kita menilai kalau ia tidak punya target yang begitu tinggi, tapi ketika kita mulai dihibur olehnya hasil yang ia berikan justru terasa tinggi. Dari konsep sederhana tentang upaya balas dendam, film ini berhasil memberikan salah satu sajian action terbaik di tahun ini, kekerasan yang brutal dan inventif, aksi bersenang-senang yang santai namun tetap ditemani dengan permasalahan yang serius tampil intens dan energik, John Wick. 

Movie Review: Hercules (2014)


"I am Hercules!"

Tidak hanya rasa antusias, tapi rasa ragu juga mulai sering muncul dari film dengan tipe seperti ini, film adaptasi dari komik hingga buku dongeng yang mulai menjadi sasaran empuk bagi para insan perfilman untuk dibawa kedalam bentuk live acion, dari Snow White dan Sleeping Beauty, tahun ini kita juga sudah punya MaleficentTMNT, dan The Legend of Hercules. Bahagia akan tercipta jika mereka berhasil menghibur dengan baik, tapi bagaimana jika sebaliknya? Hercules, a charmless adventure with the son of Zeus.

Review: Hercules (2014)


"I am Hercules!"

What? Another Hercules? Iya, benar, 2014 sudah punya The Legend of Hercules yang rilis diawal tahun lalu, dan kali ini giliran Hercules lainnya untuk beraksi. Tapi tunggu dulu, buang hal negatif yang ada dipikiran kamu, karena meskipun tidak punya buzz yang cukup besar menjelang rilisnya di akhir juli yang lalu Hercules yang satu ini punya apa yang penonton harapkan dari sebuah popcorn movies. 

Movie Review: Jack the Giant Slayer (2013)


Apakah ketika anda kecil dulu anda pernah mendengarkan sebuah dongeng tentang biji kacang (atau jenis lainnya) yang tumbuh menjadi pohon raksasa, tinggi menjulang menembus awan, dan berakhir pada sebuah negeri yang dihuni para raksasa? Jika iya, maka beruntunglah anda, karena anda memiliki kesempatan untuk menyaksikan secara visual semua fantasi yang dulu mungkin hanya sebatas diceritakan oleh kedua orang tua anda dari buku cerita anak-anak. The legend is true, and all the story that your father tell you is true.