Showing posts with label Marion Cotillard. Show all posts
Showing posts with label Marion Cotillard. Show all posts

Movie Review: It's Only the End of the World [2016]


Selalu terdapat rasa tertarik yang besar pada setiap karya terbaru dari Xavier Dolan, filmmaker berusia 27 tahun yang telah sukses mencuri perhatian lewat karya-karyanya yang mampu menyajikan isu klasik ke dalam bentuk sebuah penggambaran yang “interesting”. Berhasil mencuri perhatian khalayak luas lewat ‘Mommy’ kini Dolan kembali lewat sebuah “drama” yang klasik namun terasa eclectic, It's Only the End of the World (Juste la fin du monde), perwakilan dari negara Kanada di kategori Best Foreign Language Film ada ajang Oscars. It’s an emotional dizziness.

Movie Review: Assassin's Creed [2016]



"We work in the dark to serve the light."

Mengadaptasi karya Shakespeare ke cinema bukan sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan tapi tahun lalu Justin Kurzel berhasil mengeksekusi 'Macbeth' dengan sangat baik. Kali ini ia kembali mencoba melakukan sebuah proyek yang dapat dikatakan menantang meskipun telah menjadi pemandangan yang familiar belakangan ini yaitu mengadaptasi sebuah video game dan membawanya menuju cinema. Apa yang Justin Kurzel tampilkan di Macbeth tidak serta merta membuat calon penonton merasa sepenuhnya yakin untuk menaruh ekspektasi tinggi pada 'Assassin's Creed' karena ini merupakan adaptasi dari sebuah video game series, something yang hingga kini selalu lebih akrab dengan kata gagal.

Review: Allied [2016]


"I’ve loved you since Casablanca."

Sikap percaya satu sama lain merupakan bagian penting dari sebuah hubungan terutama dalam hubungan percintaan. Apa gunanya memiliki pasangan jika yang kamu rasakan justru selalu perasaan tidak aman dan tidak nyaman yang berasal darinya, selalu sukses membuat kamu meragu lalu mulai tertarik untuk mempertanyakan apakah aksi hingga ucapan dari pasangan kamu layak untuk dipercaya sepenuhnya. Ya, cinta memang indah tapi di sisi lain cinta juga dapat menjadi sesuatu yang berbahaya, dan di sini dengan menggunakan unsur espionage thriller di dalamnya ‘Allied’ menghadirkan kisah tentang love and trust tersebut. It’s an intriguing marriage story with a simple “real or not real” question. 

Review: April and the Extraordinary World (2015)


Film animasi yang tidak hanya sekedar mencoba memutar kembali formula klasik dan memilih bermain aman sulit untuk ditemukan. Bukankah lebih menyenangkan ketika kita dibawa masuk kedalam dunia penuh karakter game yang pernah kita mainkan, atau masuk kedalam pikiran seorang gadis muda untuk melihat emosinya bekerja? Ya, ambisi seperti itu yang dimiliki oleh film animasi asal Perancis ini, walaupun niat utamanya menggambarkan usaha untuk menghindarkan dunia dari kehancuran ia ternyata punya niat yang jauh lebih besar ketimbang menampilkan niat tadi kedalam bentuk drama yang biasa. Sebuah animasi berisikan adventure, komedi, action, fantasy, hingga thriller dalam satu kesatuan, April and the Extraordinary World (Avril et le Monde truqué) adalah sebuah animasi yang tidak biasa. An oddball steampunk animation.

Review: Macbeth (2015)


"All hail Macbeth that shall be king"

Kehidupan yang semakin “brutal” sekarang ini telah menerapkan sistem di mana yang kuat yang bertahan, sementara yang lemah akan berantakan. Apakah hal tersebut sesuatu yang salah? Tidak, namun jika kamu tidak mampu menangani konsekuensi yang selalu ada di balik setiap aksi maka yang kuat bisa saja juga berakhir berantakan. Hal tersebut merupakan inti dari film ini, Macbeth, sebuah war drama berisikan kebrutalan yang menawan, menghidupkan karya William Shakespeare kedalam bentuk tragedi berdarah yang indah. Bold, brutal, bloody, and beauty.

Review: The Little Prince [2015]


"Growing up is not the problem, forgetting is."

Paman saya pernah mengatakan bahwa hal terindah yang ia alami sebagai orang tua adalah ketika melihat anaknya yang masih berusia lima tahun berlari-lari di ruang tamu dengan mainannya. Dia juga pernah melontarkan dua hal yang salah satunya membuat saya merasa aneh kala itu, pertama bahwa ia tidak ingin anaknya tumbuh dewasa, dan ia ingin anaknya menikmati menjadi “anak-anak”. Dua hal itu yang jadi isu utama dari The Little Prince, hubungan dua arah antara dewasa dan anak-anak yang dikemas dalam bentuk animasi yang cukup manis.

Movie Review: Two Days, One Night (2014)


Dibalik kesederhanaan yang ia tampilkan film ini berhasil menggambarkan salah satu hal kejam yang dapat kita temukan dengan sangat mudah di dunia yang sudah kejam ini. Anda bisa saja memiliki puluhan bahkan ratusan teman atau sahabat yang dapat menjadi tempat rekan ketika anda berbagi kebahagiaan, namun ketika anda berada didalam situasi yang sebaliknya jumlah tersebut sangat mungkin tidak akan lagi sama, terlebih dengan keterlibatan tahta dan harta didalamnya. Two Days, One Night (Deux jours, une nuit), a soft and simple illustration about world is a battlefield.

Movie Review: The Immigrant (2013)


"Is it a sin for me to survive when I have done so many bad things?"

Film ini punya apa yang menjadikan sebuah film drama terasa menarik, karakter yang punya daya tarik dan pesona yang kuat, mampu menenggelamkan penontonnya kedalam petualangan yang mereka miliki, dan uniknya itu terbentuk dalam cita rasa abu-abu yang mungkin akan memutar perasaan penonton diantara gelisah dan menikmati. James Gray kembali dengan hiburan yang penonton harapkan darinya, The Immigrant, an understated old-fashioned melodrama.

Movie Review: Blood Ties (2013)


"Some guys, the don't keep their promises." 

There’s no limit for family. Anda boleh bimbang ketika hendak melakukan sesuatu untuk kekasih anda, rasa ragu ketika akan memberikan pertolongan kepada sahabat terbaik anda, namun hal tersebut tidak boleh hadir jika sudah mengikut sertakan masalah terkait keluarga anda didalamnya. Ya, tidak ada kalimat “how far” dalam hubungan keluarga, help each other in sadness and happiness. Hal tersebut yang coba digambarkan oleh film ini, Blood Ties, dark and soft family story.   

Movie Review: Rust and Bone (2012)


Air dan api sesungguhnya adalah kombinasi yang sangat baik, karena mereka saling melengkapi. Hal tersebut juga terjadi ketika anda membangun hubungan asmara. Perpaduan antara kekurangan serta kelebihan yang anda dan pasangan anda miliki akan menghasilkan kombinasi yang kuat dalam hubungan anda. Alain van Versch (Matthias Schoenaerts), seorang pengangguran yang bersama anaknya keluar dari Belgia, jatuh cinta kepada seorang wanita yang justru memiliki minus yang besar pada fisiknya.

Movie Review: The Dark Knight Rises (2012)


Batman (Christian Bale) memang telah pensiun dari tugasnya menjaga kedamaian kota Gotham, namun masih dianggap sebagai penyebab utama kematian jaksa Harvey Dent. Karena itu Bruce Wayne lebih memilih berdiam diri di kediamannya bersama pelayan setianya Alfred (Michael Caine). Namun itu semua berubah setelah kedatangan Bane (Tom Hardy), mantan rekan Ra's Al Ghul (Liam Neeson), bersama pasukannya melancarkan terror brutal ke kota Gotham yang telah aman sepeninggal Joker dan Two Face.